“Apa yang harus aku lakukan?” ulangku pelan, masih mencoba menebak arah pikirannya.Bahkan aku tak bisa menepis tebakan kotorku bila mengingat keintiman yang selalu dia tuntut dariku, sebelumnya.Hans tidak langsung menjawab. Dia hanya tersenyum tipis, lalu menarikku berjalan lebih cepat menuju mobil yang sudah menunggu di pinggir jalan.Gandengan tangannya masih saja terasa posesif, terasa sangat tidak benar untuk nuraniku, dengan statusku sebagai wanita bersuami, bahkan sebagai seorang ibu.Bahkan rasa takut turut menjalar. Aku takut jika nantinya hati ini mulai disusupi rasa nyaman.Nyatanya tanpa sadar perasaanku mulai membandingkan pria pembeliku dengan suamiku sendiri.Sudah terlampau sering aku menerima pengabaian dan sikap kasar dari Mas Angga, terlalu berbeda dengan apa yang sudah aku terima dari Hans saat ini.“Kita makan siang,” katanya singkat.Aku tidak menyangka Hans membawaku ke sebuah restoran yang tampak begitu elegan, dengan ornamen khas Timur Tengah yang kental. Lam
Huling Na-update : 2026-04-10 Magbasa pa