Sejak hari itu, aku nggak pernah ketemu Jason lagi.Belakangan, justru Yesi yang kasih tahu aku, katanya saat ia lewati suatu tempat, ia lihat Jason meringkuk di samping tempat sampah, kedinginan.Dengar itu, hatiku terasa perih.Gimanapun juga, kami pernah jadi suami istri. Nggak mungkin aku benar-benar tutup mata dan biarkan dia begitu saja.Aku pun minta alamatnya ke Yesi.Beberapa hari nggak ketemu, tubuh Jason tampak semakin kurus. Punggungnya yang dulu tegap kini membungkuk karena dingin. Ia pakai pakaian tipis, sembunyi di balik tempat sampah di sudut yang sedikit terlindung angin, napasnya mengepul dalam udara dingin.Lihat dia seperti itu, aku hanya bisa menghela napas panjang dan serahkan sebuah jaket ke dia.Tubuhnya menegang. Ia terima jaket itu, namun tetap menunduk, nggak berani menatap wajahku.Beberapa saat kemudian, ia berkata pelan dengan nada tertahan,“Penampilanku sekarang pasti sangat menyedihkan, yah? Maaf, di akhir pun aku nggak bisa tinggalkan kesan yang baik u
続きを読む