Share

Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan
Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan
Penulis: Fist

Bab 1

Penulis: Fist
Video di HP-ku masih terus diputar. Napas berat seorang pria dan rintihan pelan seorang wanita saling bertaut, membakar udara dengan hawa yang panas dan memabukkan.

Aku menatap tajam sisi wajah Jason yang basah oleh keringat di layar, lalu tiba-tiba tersenyum.

Inilah suami yang aku cintai selama lima belas tahun.

Suami yang pilih tidur dengan perempuan lain tepat di hari ulang tahunku.

HP-ku kembali berbunyi, pesan masuk bertubi-tubi. Saat kubuka, semuanya berasal dari perempuan itu.

Hanya dengan baca teksnya saja, aku bisa bayangkan senyum penuh ejekan di wajah perempuan itu, Kaila Batari.

[Rosa, nggak nyangka, kan? Pria yang sangat cinta kamu pun nggak mampu nahan diri untuk coba cicipi yang lain.]

[Aku memang nggak secantik kamu dan pendidikanku juga nggak setinggi kamu, tapi urusan ranjang aku jauh lebih hebat.]

Pesan-pesannya terus berdatangan seperti rentetan peluru. Namun aku sudah nggak minat baca itu. Setelah ambil foto tangkapan layar, aku langsung matikan HP-ku.

Kaila Batari adalah asisten yang aku pilih sendiri untuk Jason.

Setahun lalu, asisten lamanya yang telah bertahun-tahun kerja dengan Jason mengundurkan diri. Jadi, Jason mau cari orang baru untuk gantikan asisten lamanya.

Setelah proses seleksi, Jason serahkan tumpukan resume itu ke aku. Saat itu ia menatapku dengan mata yang penuh kebahagiaan.

“Rosa, ini kandidat yang lolos seleksi HRD. Pilih saja yang menurutmu paling oke. Siapa pun yang kamu suka, akan aku terima.”

Aku tersenyum nggak berdaya.

“Asisten ini kan untuk kamu. Ngapain aku yang putuskan?”

Ia jawab dengan wajah serius, “Nggak bisa gitu. Asistenku akan sering sama-sama aku. Kalau kamu nggak suka, aku juga nggak mau.”

Usai berkata gitu, ia peluk aku erat-erat, seolah aku adalah harta paling berharga di dunia.

Aku nggak sanggup nolak. Akhirnya, aku ambil resume-nya Kaila.

“Yang ini saja. Kelihatannya lumayan cekatan.”

Nggak nyangka, dalam waktu satu tahun, ia berubah dari asisten pilihanku jadi rival cintaku.

Kue di atas meja mulai meleleh karena hangatnya lilin. Angka “29” yang tertancap di atasnya miring dan nyaris roboh.

Ini adalah ulang tahun pertamaku yang dirayakan tanpa kehadiran Jason.

Dan juga ulang tahun terakhir kami sebagai suami istri.

Jarum jam berputar satu lingkaran demi satu lingkaran. Di dalam hatiku masih tersisa secercah harapan.

‘Gimana kalau dia pulang? Dia begitu cinta aku. Mustahil dia lupa ulang tahunku.’

Namun hingga pukul tiga dini hari, Jason seolah menghilang dari dunia. Nggak ada satu pesan pun. Nggak ada satu panggilan pun. Ia nggak pulang.

Setelah berpikir sejenak, aku buka kembali kolom percakapanku dengan Kaila.

Foto terbaru yang dikirimnya perlihatkan seorang wanita bersandar di dada pria yang penuh bekas lebam dan gigitan.

[Suamimu hebat banget.]

‘Jadi ... pertempuran mereka begitu sengit. Pantesan ia nggak sempat kasih kabar.’

Aku tarik napas dalam-dalam, menekan getir yang bergejolak di dada. Semua hidangan yang telah aku siapkan dengan penuh cinta aku tuangkan semua ke dalam tempat sampah, termasuk kue yang belum sempat tersentuh.

Setelah semuanya berakhir, aku telepon seseorang.

“Roni, dulu kamu kan pernah tanya ke aku, apa aku mau jadi desainer-nya Perusahaan SY? Aku sudah pikirkan. Tolong siapkan tiket ke Negara Feramon untukku.”

Suara Roni Gentana terdengar begitu gembira.

“Akhirnya kamu setuju! Waktu dulu kamu putuskan untuk mundur, aku yang paling nggak setuju. Bakatmu nggak seharusnya terkubur! Syukurlah sekarang kamu berubah pikiran. Aku sudah pesan tiketnya, tujuh hari lagi.”

Tujuh hari lagi ....

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 10

    Sejak hari itu, aku nggak pernah ketemu Jason lagi.Belakangan, justru Yesi yang kasih tahu aku, katanya saat ia lewati suatu tempat, ia lihat Jason meringkuk di samping tempat sampah, kedinginan.Dengar itu, hatiku terasa perih.Gimanapun juga, kami pernah jadi suami istri. Nggak mungkin aku benar-benar tutup mata dan biarkan dia begitu saja.Aku pun minta alamatnya ke Yesi.Beberapa hari nggak ketemu, tubuh Jason tampak semakin kurus. Punggungnya yang dulu tegap kini membungkuk karena dingin. Ia pakai pakaian tipis, sembunyi di balik tempat sampah di sudut yang sedikit terlindung angin, napasnya mengepul dalam udara dingin.Lihat dia seperti itu, aku hanya bisa menghela napas panjang dan serahkan sebuah jaket ke dia.Tubuhnya menegang. Ia terima jaket itu, namun tetap menunduk, nggak berani menatap wajahku.Beberapa saat kemudian, ia berkata pelan dengan nada tertahan,“Penampilanku sekarang pasti sangat menyedihkan, yah? Maaf, di akhir pun aku nggak bisa tinggalkan kesan yang baik u

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 9

    Kami minum dengan lepas, tertawa tanpa beban, saling cerita kisah hidup masing-masing. Entah karena alkohol atau karena ditemani orang-orang yang hangat, suasana hatiku benar-benar terasa jauh lebih ringan.Nggak tahu sudah berapa lama berlalu, orang-orang di ruangan mulai berkurang satu per satu. Yesi sudah mabuk berat sampai nggak sadarkan diri.Lihat keadaannya, aku diam-diam hubungi Roni.“Ron, tolong jemput kita. Malam ini kita minum lumayan banyak.”Dari seberang sana, suara Roni terdengar datar, namun samar-samar aku masih bisa tangkap nada nahan kesal di baliknya.“Oke.”Masih ada waktu sebelum ia tiba. Aku keluar dari ruang privat untuk menghirup udara segar.Tiba-tiba aku tabrakan dengan seorang pria berkulit coklat. Ia mabuk berat, dan tatapan matanya yang cabul melekat di tubuhku tanpa malu.“Wah, dari mana datangnya gadis cantik ini? Aku belum pernah lihat sebelumnya. Ayo sini, biar aku cium sedikit. Kita lihat rasanya sama manisnya dengan gadis-gadis lain atau nggak.”Sam

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 8

    Bibirnya gemetar, suaranya lirih hampir nggak terdengar.“Rosa, maafkan aku, yah? Emang kamu tega buang begitu saja lima belas tahun hubungan kita? Kita sudah lewati begitu banyak kesulitan, sudah lewati begitu banyak rintangan, baru akhirnya bisa bersama. Apa sekarang kamu beneran tega ingin putuskan semuanya denganku?”“Kamu bilang kita bisa punya anak, bisa liburan sama-sama, bisa saling nyatakan cinta waktu hujan turun. Kita masih punya begitu banyak hal yang belum kita lakukan. Janji-janji kita belum terpenuhi. Apa kamu beneran akan tinggalkan aku begitu saja?!”Ia hampir teriak, tubuhnya gemetar tanpa henti.Selama sepuluh tahun lebih, aku belum pernah lihat Jason sehisteris ini.Dalam ingatanku, ia selalu lembut dan tenang, seorang pria berwibawa yang sopan ke siapa pun. Ia selalu bersikap sangat lembut ke aku, nggak pernah sekali pun kehilangan kendali.Ternyata, cinta memang bisa ubah seseorang.Jika dulu aku lihat dia seperti ini, mungkin hatiku akan luluh.Namun kini, perasa

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 7

    Lebih dari sepuluh tahun terakhir ini, seluruh hidupku nyaris hanya berputar di sekitar Jason.Aku nggak kerja, nggak belajar, seakan hidupku berhenti di satu titik dan nggak pernah bergerak maju.Setelah sekian lama terhenti, kini saatnya aku tekan tombol mulai kembali.Makan malam itu berlangsung begitu menyenangkan. Sepanjang waktu, Yesi terus-terusan ambilkan makanan untukku. Dengan kehadirannya, suasana nggak pernah terasa canggung atau dingin.Kami merasa cocok sejak pertemuan pertama.Setelah selesai makan, aku ikuti pasangan itu ke perusahaan dan resmi jadi pemegang saham di Perusahaan SY.Kantor yang Roni siapkan untukku begitu luas dan terang, dan tepat di sebelahnya adalah ruangannya Yesi.Di sela pekerjaan, kami sering turun ke restoran kecil di bawah gedung untuk makan siang, atau duduk santai di lounge kecil dekat sana sambil nikmati segelas minuman.Kadang jika obrolan terasa semakin seru, kami berniat pergi ke bar untuk sedikit bersenang-senang.Tapi sering kali belum s

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 6

    Setelah itu, aku cabut kartu SIM HP-ku, patahkan jadi dua, lalu buang ke tempat sampah.Begitu pesawat mendarat, Roni sudah tunggu di bandara.Lihat aku keluar, ia angkat setangkai bunga lili di tangannya.“Rosa, di sini!”Dengar suaranya, aku tersenyum dan menatap ke arahnya.Bertahun-tahun nggak ketemu, ia tampak jauh lebih matang.Aku angkat tangan sapa dia.Roni dengan sigap ambil koperku.“Sejak terakhir kali berpisah, sudah berapa tahun kita nggak ketemu, yah?”Dengar itu, kenangan lama perlahan muncul dalam benakku.Aku dan Roni adalah teman sekelas di SMA. Setelah ujian masuk universitas, kami sama-sama pilih jurusan desain baju.Di bangku SMA, kami adalah teman sebangku yang saling membantu. Di universitas, kami dikenal sebagai pasangan partner terbaik.Ia selalu dapat pahami setiap ide liarku dalam desain. Konsep estetikanya pun sejalan denganku.Kami benar-benar sehati dalam pemikiran dan selera.Dulu, karena kedekatanku dengannya, banyak teman yang penasaran dengan hubungan

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 5

    Nggak satu pun dari kami peduli pada air hujan yang turun.Aku masih menunggu.Dulu, aku dan Jason pernah janji, setiap kali kami berdiri sama-sama di bawah hujan, kami harus nyatakan cinta sekali lagi ke satu sama lain.Namun kini, lihat lelaki di hadapanku yang sedang asyik nikmati pemandangan hujan rintik seorang diri, aku kembali sadar kami nggak akan pernah bisa menua bersama.Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari kejauhan, semakin lama semakin dekat.Entah mengapa, firasat buruk mendadak menyergapku. Aku refleks mendongak dan lihat sebongkah batu besar meluncur cepat tepat ke arahku.Otakku seakan berhenti kerja.Brak!Dalam sekejap, tubuhku terasa seperti dilindas truk.“Ah!”Aku pegangi dadaku, tarik napas tajam tahan nyeri. Keringat dingin merembes di dahiku.“Rosa!”Suara Jason berubah sumbang karena panik. Matanya memerah seketika, air mata panas mengalir di pipinya.“Rosa! Kamu gimana? Aku antar kamu ke rumah sakit sekarang!”Aku menatap wajahnya yang penuh rasa ketakutan,

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 4

    Tanpa sadar, aku menutupi wajahku dan ikuti mereka dari belakang.Orang-orang di perusahaan tampaknya sudah terbiasa dengan pemandangan itu. Tatapan menggoda jatuh pada mereka, bahkan seseorang yang akrab dengan Kaila terang-terangan berseloroh,“Kaila, kerja bareng bos ganteng-mu lagi, yah?”Kaila

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 3

    Antara aku dan dia, nggak ada lagi yang perlu dibicarakan.Begitu melangkah masuk ke perusahaan, dari satpam di pintu, resepsionis di lobi, hingga para karyawan yang berlalu-lalang dengan tergesa, semuanya berhenti seketika saat lihat aku dan sapa aku dengan hormat.Itu adalah permintaan khusus Jaso

  • Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan   Bab 2

    Aku mengulang-ulang kalimat itu dalam hati, mengecapnya perlahan, lalu tersenyum.Tujuh hari lagi adalah ulang tahun-nya Jason.Sekaligus hari perpisahan aku dan dia.Keesokan paginya, suara gemerisik bangunkan aku dari tidur.Dengan mata setengah terbuka, aku lihat Jason sedang rapikan kosmetik yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status