MasukDi layar HP terlihat seorang perempuan mendesah manja tanpa henti. “Jason, kamu hebat banget .…” Suara napas tertahan Jason Dharma terdengar berat dan kasar melalui pengeras suara. Aku langsung matikan HP-ku. Dalam pantulan hitam layar HP, terlihat wajahku yang basah oleh air mata. Aku dan Jason sudah pacaran sejak kuliah sampai akhirnya kita sampai di pelaminan. Lima belas tahun lamanya kami saling cinta seperti hari pertama kita baru pacaran, jadi pasangan idola yang sering dipuji banyak orang. Namun hanya aku yang tahu kalau hati Jason sudah lama berubah. Ia jatuh cinta pada asisten yang aku pilihkan sendiri untuknya. Kata-kata manis yang dulu hanya untukku, kini ia bisikkan ke perempuan itu. Aku pura-pura nggak tahu. Jason diam-diam punya seorang anak dengannya. Aku nggak nangis, juga nggak buat keributan. Ia kira semua kebohongannya tersusun sempurna tanpa cela. Ia nggak pernah sadar kalau aku sudah lebih dulu menarik diri dan siap-siap untuk pergi. Jadi, pada hari ulang tahunnya, hadiah yang aku berikan adalah perpisahan untuk selamanya.
Lihat lebih banyakSejak hari itu, aku nggak pernah ketemu Jason lagi.Belakangan, justru Yesi yang kasih tahu aku, katanya saat ia lewati suatu tempat, ia lihat Jason meringkuk di samping tempat sampah, kedinginan.Dengar itu, hatiku terasa perih.Gimanapun juga, kami pernah jadi suami istri. Nggak mungkin aku benar-benar tutup mata dan biarkan dia begitu saja.Aku pun minta alamatnya ke Yesi.Beberapa hari nggak ketemu, tubuh Jason tampak semakin kurus. Punggungnya yang dulu tegap kini membungkuk karena dingin. Ia pakai pakaian tipis, sembunyi di balik tempat sampah di sudut yang sedikit terlindung angin, napasnya mengepul dalam udara dingin.Lihat dia seperti itu, aku hanya bisa menghela napas panjang dan serahkan sebuah jaket ke dia.Tubuhnya menegang. Ia terima jaket itu, namun tetap menunduk, nggak berani menatap wajahku.Beberapa saat kemudian, ia berkata pelan dengan nada tertahan,“Penampilanku sekarang pasti sangat menyedihkan, yah? Maaf, di akhir pun aku nggak bisa tinggalkan kesan yang baik u
Kami minum dengan lepas, tertawa tanpa beban, saling cerita kisah hidup masing-masing. Entah karena alkohol atau karena ditemani orang-orang yang hangat, suasana hatiku benar-benar terasa jauh lebih ringan.Nggak tahu sudah berapa lama berlalu, orang-orang di ruangan mulai berkurang satu per satu. Yesi sudah mabuk berat sampai nggak sadarkan diri.Lihat keadaannya, aku diam-diam hubungi Roni.“Ron, tolong jemput kita. Malam ini kita minum lumayan banyak.”Dari seberang sana, suara Roni terdengar datar, namun samar-samar aku masih bisa tangkap nada nahan kesal di baliknya.“Oke.”Masih ada waktu sebelum ia tiba. Aku keluar dari ruang privat untuk menghirup udara segar.Tiba-tiba aku tabrakan dengan seorang pria berkulit coklat. Ia mabuk berat, dan tatapan matanya yang cabul melekat di tubuhku tanpa malu.“Wah, dari mana datangnya gadis cantik ini? Aku belum pernah lihat sebelumnya. Ayo sini, biar aku cium sedikit. Kita lihat rasanya sama manisnya dengan gadis-gadis lain atau nggak.”Sam
Bibirnya gemetar, suaranya lirih hampir nggak terdengar.“Rosa, maafkan aku, yah? Emang kamu tega buang begitu saja lima belas tahun hubungan kita? Kita sudah lewati begitu banyak kesulitan, sudah lewati begitu banyak rintangan, baru akhirnya bisa bersama. Apa sekarang kamu beneran tega ingin putuskan semuanya denganku?”“Kamu bilang kita bisa punya anak, bisa liburan sama-sama, bisa saling nyatakan cinta waktu hujan turun. Kita masih punya begitu banyak hal yang belum kita lakukan. Janji-janji kita belum terpenuhi. Apa kamu beneran akan tinggalkan aku begitu saja?!”Ia hampir teriak, tubuhnya gemetar tanpa henti.Selama sepuluh tahun lebih, aku belum pernah lihat Jason sehisteris ini.Dalam ingatanku, ia selalu lembut dan tenang, seorang pria berwibawa yang sopan ke siapa pun. Ia selalu bersikap sangat lembut ke aku, nggak pernah sekali pun kehilangan kendali.Ternyata, cinta memang bisa ubah seseorang.Jika dulu aku lihat dia seperti ini, mungkin hatiku akan luluh.Namun kini, perasa
Lebih dari sepuluh tahun terakhir ini, seluruh hidupku nyaris hanya berputar di sekitar Jason.Aku nggak kerja, nggak belajar, seakan hidupku berhenti di satu titik dan nggak pernah bergerak maju.Setelah sekian lama terhenti, kini saatnya aku tekan tombol mulai kembali.Makan malam itu berlangsung begitu menyenangkan. Sepanjang waktu, Yesi terus-terusan ambilkan makanan untukku. Dengan kehadirannya, suasana nggak pernah terasa canggung atau dingin.Kami merasa cocok sejak pertemuan pertama.Setelah selesai makan, aku ikuti pasangan itu ke perusahaan dan resmi jadi pemegang saham di Perusahaan SY.Kantor yang Roni siapkan untukku begitu luas dan terang, dan tepat di sebelahnya adalah ruangannya Yesi.Di sela pekerjaan, kami sering turun ke restoran kecil di bawah gedung untuk makan siang, atau duduk santai di lounge kecil dekat sana sambil nikmati segelas minuman.Kadang jika obrolan terasa semakin seru, kami berniat pergi ke bar untuk sedikit bersenang-senang.Tapi sering kali belum s






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.