Arvin pergi membawa Sally, dan Dion pun mengikuti mereka.Aku tidak menghalanginya. Aku menemukan cincin itu di sudut ruangan, lalu melemparnya ke dalam tempat sampah.Setelah mengatur orang untuk membereskan aula, aku menyetir pulang seorang diri.Sesampainya di rumah, kulepas gaun mewah yang masih melekat di tubuhku.Aku memakai kembali kemeja putihku, lalu mengeluarkan koper dan mulai mengemasi barang-barangku.Pasangan suami istri lain yang hendak bercerai perlu mempertimbangkan pembagian aset serta masa jeda sebelum resmi berpisah.Sedangkan antara aku dan Arvin, satu-satunya yang perlu dipertimbangkan hanyalah putra kami, Dion.Tetapi siapa sangka, pernikahan megah Keluarga Winata yang dulu begitu fenomenal ternyata tidak pernah didaftarkan secara resmi oleh kedua mempelainya.Meski lima tahun telah berlalu, kata-kata Arvin hari itu masih terus terngiang di benakku.“Ellen, baik di hatiku maupun posisi di kartu keluarga, selamanya adalah milik Clara.”“Di hari pernikahan nanti, k
Read more