LOGINDi acara tahunan perusahaan, suamiku dan sekretaris wanitanya bermain piano bersama di atas panggung dengan mesra. Setelah turun dari panggung dengan bergandengan tangan, putraku juga berlari dengan penuh semangat menghampiri mereka. “Bibi Sally hebat sekali, bisa melakukan apapun. Andai saja Bibi adalah ibuku.” Melihat tiga anggota keluarga yang tampak begitu harmonis di hadapanku .... Aku pun memutuskan untuk melepaskan semuanya. Sampah memang seharusnya dibuang.
View MoreSejak hubungan kami diresmikan, Ian malah semakin lengket.Setiap hari ia menarikku pergi memastikan gaun pengantin, atau menyeretku menyiapkan berbagai urusan pernikahan.Hari itu, setelah selesai memesan hotel bersama Ian, kami tak sengaja berpapasan dengan Arvin dan putranya.Cincin safir di tangan Arvin berkilauan di bawah cahaya lampu.Ada perasaan rumit yang mengalir di matanya. Dengan suara serak ia berkata, “Ellen … aku … aku sudah menemukan kembali cincinnya.”“Wanita itu sudah kuusir. Semua barang milik Clara di rumah juga sudah kubersihkan.”“Setelah kamu pergi, aku baru sadar … kamulah cinta sejatiku. Selama ini aku terlalu muak dengan perjodohan keluarga hingga menganggapmu dan Keluarga Winata sebagai beban.”“Sekarang aku mengaku salah. Maafkan aku … maukah kamu pulang bersama kami?”Dion juga mengangkat wajah kecilnya dan meminta maaf kepadaku.“Mama, dulu aku tidak mengerti apa-apa dan tertipu oleh kakak-kakak jahat itu.”“Hanya Mama yang paling baik padaku di dunia ini
Setelah keluar dari kantor polisi, Ian kembali menjadi dirinya yang lengket seperti biasa. “Istriku, mantan suamimu tadi memukulku dengan sangat keras. Cepat lihat, apa aku masih tampan?”Aku mendekat ingin memeriksa lukanya dengan serius, tetapi ia tiba-tiba menunduk dan mencium ringan bibirku.Aku terkejut.“Ian! Waktu itu kamu bilang pernikahan kita hanya berpura-pura untuk mengambil akta nikah supaya ibumu tenang!”Wajah Ian memerah. Ia menoleh ke sana-kemari, butuh waktu lama sebelum akhirnya berani menatapku. “Aku ... aku hanya ingin segera memastikannya.”“Kakak terlalu hebat. Aku takut suatu hari Arvin tiba-tiba sadar dan datang merebutmu lagi.”“Aku sudah bilang ke ibuku bahwa diriku menukar pernikahan demi kebebasan.”“Kalau sekarang Kakak tidak mau … aku bukan hanya kehilangan istri, tetapi juga kehilangan kebebasan. Kasihan sekali, kan?”Ia mengedipkan mata besarnya sambil terus menarik ujung bajuku dengan manja.Aku kesal sekaligus ingin tertawa, lalu mengacak rambut kerit
Setelah mendengar perkataanku, Dion langsung menangis terisak sambil mengulurkan tangan ke arahku, seolah ingin membangkitkan rasa iba.Arvin mendecak kesal. Satu tatapan tajam darinya langsung membuat tangisan Dion terhenti.Ia berbalik menatapku dengan serius, berusaha mencari sedikit tanda bahwa aku hanya sedang merajuk.Setelah sekian lama, wajahnya yang semula penuh keyakinan akhirnya terlihat sedikit panik.Dia menanyaiku dengan nada garang yang dibuat-buat, “Kamu pikir aku akan melepaskanmu?”“Ellen, kamu dibesarkan oleh Keluarga Winata. Mati pun kamu harus menjadi arwah Keluarga Winata!”Ia menarik tanganku dan menyeretku keluar dengan langkah besar.Namun baru beberapa langkah, kami sudah dihadang para pengawal Ian.“Direktur Arvin, kalau kamu berani merampas istriku, aku akan melaporkanmu atas penculikan!”“Kamu kira aku tidak mampu melindungi istriku sendiri?”Aku benar-benar linglung.Situasi seperti ini bahkan tak pernah muncul dalam mimpiku.Kukira setelah aku pergi, Arvi
Suara yang familiar itu membuatku langsung berkeringat dingin.Itu Arvin.Ternyata aku memang tidak salah lihat.Itu benar-benar dirinya dan Dion.Tatapan Arvin yang biasanya dingin kini dipenuhi amarah. Ia membentakku, “Ellen, kamu mau lari ke mana lagi?!”“Kamu pergi begitu saja lebih dari setengah tahun. Pernahkah kamu memikirkanku dan anak kita?”“Kamu itu Nyonya Winata. Tidak bisakah kamu punya sedikit saja sikap dari Keluarga Winata?”Arvin menjadi semakin emosional. Pergelangan tangan yang dicengkeramnya terasa nyeri.Aku hendak mundur untuk melepaskan diri, tetapi tiba-tiba Dion memeluk erat kakiku dengan wajah penuh harap.“Orang yang di foto itu kamu, ya? Mama, kalau dulu kamu secantik itu, mana mungkin aku menyuruh Bibi Sally menjadi ibuku?”“Sekarang kamu ikut aku dan Papa pulang, kami akan memaafkanmu. Kalau tidak .…”Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, Ian yang mendengar keributan itu datang dan menariknya menjauh.Ia melirik bekas merah di lenganku, mengepalkan tin












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.