Palung Mariana tidak lagi menjadi jantung dari peradaban bawah laut yang megah. Sejak Aethelgard melompat ke dimensi Andromeda, struktur kubah Eden yang dulu menjadi simbol kekuasaan Arka Adiwangsa kini hanyalah reruntuhan kristal yang retak dan tertimbun lumpur samudra. Air laut yang dingin menusuk hingga ke tulang, merembes masuk melalui celah-celah segel yang gagal. Di pusat aula singgasana yang telah hancur, Arka terkapar di atas tumpukan debu obsidian. Tubuhnya yang dulu memancarkan aura Void yang menakutkan kini tampak kurus, pucat, dan penuh luka bakar perak—sisa-sisa serangan "De-Ascension" dari anaknya sendiri, Malakor.Arka mencoba menggerakkan jemarinya. Rasa sakitnya luar biasa, bukan hanya sakit fisik, tapi rasa sakit akibat kehilangan koneksi saraf dengan seluruh armadanya. Ia merasa buta. Ia merasa tuli. Untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun, Arka Adiwangsa merasa... manusia. Dan bagi Arka, menjadi manusia adalah penghinaan yang lebih buruk
Read more