Sisa-sisa reruntuhan The Monolith melayang di ruang hampa Sektor 09 seperti bangkai raksasa yang membusuk dalam cahaya dingin. Di tengah badai logam dan api yang padam, Arka Adiwangsa berdiri di atas sebuah lempengan kristal yang terlepas, memegang tubuh Valerie dengan cengkeraman yang begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Rambut putihnya yang berlumuran debu perunggu berkibar oleh sisa-sisa tekanan atmosfer yang bocor. Di matanya, yang kini kembali ke warna ungu pekat, terpancar kilat kemurkaan yang hampir menelan kewarasan."Jangan menatapku seperti itu, Victoria," desis Arka. Suaranya serak, bergetar oleh amarah yang ia arahkan pada alam semesta, bukan pada wanita di pelukannya. "Kau bukan alat. Kau bukan senjata. Kau adalah milikku. Dan siapa pun yang berani mengklaim telah 'menciptakanmu', aku akan menghapus jejak sejarah mereka dari garis waktu ini!"Valerie bersandar pada dada Arka, napasnya memburu. Pendaran emas di pupil matanya mulai memudar, namun gema Malakor di da
Read more