Aditya mematung di ambang pintu, napasnya tertahan di kerongkongan. Matanya bergerak liar, berpindah dari sosok Siska yang bersimbah air mata di balik selimut sutra, lalu beralih pada sosok pria yang duduk dengan tenang di sofa mewah itu. Dunianya seolah melambat, berputar pada satu titik fokus yang mengerikan, pria di depannya ini memiliki sorot mata yang pernah ia lihat sebelumnya."A-apa maksudnya ini?" suara Aditya bergetar, separuh amarah, separuh ketakutan yang tak beralasan. "Siska! Kenapa kamu begini? Dan Anda... Tuan Arka Adiwangsa, apa yang Anda lakukan pada tunangan saya?!"Arka tidak langsung menjawab. Ia justru menyesap wiskinya perlahan, membiarkan keheningan yang mencekam menyiksa mental Aditya. Setiap detik yang berlalu terasa seperti ribuan jarum yang menusuk harga diri Aditya. Arka kemudian meletakkan gelas kristalnya di meja marmer dengan bunyi klunting yang nyaring, lalu berdiri dengan perlahan."Tanya pada tunanganmu, Aditya," ucap Arka. Suaranya rendah, namun me
Última actualización : 2026-02-26 Leer más