Angin pegunungan Altai menderu masuk melalui celah-celah ventilasi Benteng Mahendra, membawa serta butiran salju yang segera mencair begitu menyentuh lantai beton yang memanas akibat gesekan energi dari tubuh Arka dan Valerie. Arka berdiri tegak, menyesuaikan posisi senapan serbunya di bahu. Ia menoleh ke arah Valerie; wanita itu tampak berbeda. Kulitnya yang tadi pucat kini merona dengan binar aneh, dan sepasang mata peraknya berkilat tajam di bawah cahaya lampu darurat yang berkedip."Bima, laporkan posisi!" perintah Arka melalui earpiece."Mereka sudah mendarat di zona utara, Tuan Muda! Dua belas orang, perlengkapan tempur tingkat tinggi. Mereka bukan tentara bayaran biasa, mereka adalah Unit Penindak dari The Circle," suara Bima terdengar di sela-sela desingan angin.Arka menyeringai. Ia merasakan adrenalin yang mengalir deras, namun kali ini rasanya lebih jernih, lebih terfokus. Ia menatap Valerie, dan tanpa sepatah kata pun, ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya yang kasar.
Read more