Lautan Selat Singapura malam itu tampak seperti hamparan obsidian yang cair, hitam pekat dan menyimpan maut di setiap riaknya. Kapal cepat stealth yang dikemudikan Bima membelah ombak dengan kecepatan tinggi, meninggalkan buih putih yang segera hilang ditelan kegelapan. Di depan mereka, sekitar sepuluh mil laut dari garis pantai, berdiri sebuah struktur raksasa yang menyamar sebagai anjungan minyak lepas pantai. Namun, bagi mata Arka yang telah berevolusi, bangunan itu tampak seperti monster baja yang berdenyut dengan energi biru elektrik—inilah pusat saraf The Circle, sang jantung digital: The Heartbeat.Arka berdiri di dek depan, membiarkan angin laut yang asin dan dingin menghantam wajahnya. Jubah panjang hitamnya berkibar liar, memberikan kesan sosok malaikat maut yang sedang menuju singgasananya. Di sampingnya, Valerie berdiri dengan kaki kokoh, meski tangannya terus mengusap perutnya secara insting."Arka, frekuensi energinya berbeda di si
Read more