“Itu …? Maaf mungkin itu kelemahanku. Aku masih selalu mendahulukan masalah orang lain dari pada masalahku sendiri,” Lintang menunduk merasa bersalah.“Ke mana tujuanmu sekarang? Kau harus segera membuka potensi dirimu bocah. Dan untuk pencarian kepingan jiwa Galuh, setelah perang ini selesai kau jangan tunda lagi atau alam semesta benar-benar akan jatuh dalam kehancuran,” tutur Kala Yuda.“Kerajaan agung Maniloka paman. Aku berjanji setelah perang ini kita akan langsung menuju Madyapada,” jawab Lintang.“Celaka! Di sana terdapat salah satu panglima Elit dewa kegelapan bocah,” Kala Yuda melebarkan mata.“Aku tahu! Sebelumnya aku juga sempat bimbang karena tidak tahu entah bisa menghadapinya atau tidak, tapi dengan adanya dirimu aku tidak lagi khawatir paman,” ungkap Lintang.“Bodoh! Tanpa dikendalikan Galuh, tetap saja aku tidak akan mampu menghadapi mereka bocah,” bentak Kala Yuda.“Hahaha, tidak perlu khawatir paman. Selain ayah, kau juga kini telah terikat dengan jiwa dan darahku,”
Read more