Tok. Tok. Tok.Suara ketukan itu terdengar pelan—terlalu pelan untuk disebut sopan, tapi cukup untuk membuat darah Josselyn langsung membeku.Tubuhnya menegang seketika.Killian juga berhenti. Bukan karena ragu. Tapi karena ia mendengar sesuatu yang lain.Suara langkah. Lebih dari satu. Dan terlalu dekat.“Diam,” bisik Killian, napasnya rendah di dekat telinga Josselyn.Josselyn menggigit bibirnya, menahan suara sekecil apa pun. Dadanya naik turun cepat, efek dari situasi sebelumnya, ditambah ketegangan yang tiba-tiba berubah arah.Tok. tok.Kali ini lebih keras.“Buka pintu. Pemeriksaan.”Suara prajurit terdengar datar dari luar.Josselyn menelan ludah.Killian tidak langsung menjauh.Ia justru sedikit menggeser posisinya, menarik Josselyn lebih dekat ke tubuhnya—bukan untuk melanjutkan apa pun, tapi untuk menahannya tetap stabil.Dan gerakan itu cukup membuat Josselyn mencengkeram dada Killian yang terekspos akibat kancing bajunya yang terbuka.“Aku akan ke pintu,” bisik Josselyn, n
Read more