Hangat.Itu hal pertama yang dirasakan Josselyn.Tubuhnya tanpa sengaja melengkung, mendesak lebih dalam pada kehangatan itu. ‘Ini nyaman sekali…’ ucapnya dalam hati.Hangat yang familiar, menekan kulitnya dari segala arah, seolah tubuhnya dibungkus sesuatu yang hidup. Bukan selimut. Tapi sesuatu yang… bernapas.Alisnya berkerut. Kesadarannya naik perlahan, berat, seperti ditarik dari dasar air yang gelap.Dingin.Ingatan itu datang menyusul—air beku, paru-paru yang terbakar, tubuh yang perlahan kehilangan kendali.Napasnya tercekat. Matanya terbuka.Dan ia langsung membeku.Aroma ini—hutan basah yang dingin tapi menenangkan.Killian.Pria itu memeluknya dari belakang, tubuhnya menempel erat tanpa jarak. Dada telanjangnya hangat di punggung Josselyn, napasnya jatuh teratur di tengkuknya.Josselyn menegang.Untuk sesaat, ia bahkan tidak berani bergerak. Otaknya mencoba mengejar apa yang terjadi—kenapa ia ada di sini, kenapa pria itu…Tubuhnya refleks bangkit. Menjauh.“Yang Mulia—”Te
Terakhir Diperbarui : 2026-05-29 Baca selengkapnya