“Kita melakukannya semalaman. Kau ingat?”Suara Killian datar. Terlalu datar untuk pertanyaan seberat itu.Josselyn yang duduk di atas kuda, refleks mengencangkan pegangannya pada tali kekang. Rahangnya menegang.Ia hanya menggigit bibirnya.“Josselyn.”Nada itu lebih rendah. Terasa mendesak.Josselyn menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.“Saya ingat, Yang Mulia.” Jawabannya singkat. Tapi terlalu cepat dan rapi.Killian memiringkan kepalanya sedikit, menatapnya dari samping.“Benarkah?”Josselyn menggertakkan gigi samar. ‘Kenapa dia bertingkah seperti bocah yang menginginkan perhatian?’Ia menoleh sebentar, lalu menatap lurus ke depan.“Apa Anda ingin saya mengulangnya satu per satu, Yang Mulia?” Ia mengedarkan pandangannya—ke Darius, Howarth, Sebastian, Kael dan beberapa prajurit. “Agar mereka juga mendengarnya.”Josselyn menahan napasnya. Sambil terus berdoa dalam hati,‘Katakan ‘tidak’ dan sudahi pembicaraan ini. Kalau tidak, aku harus berbohong lebih banyak lagi.
Last Updated : 2026-04-26 Read more