Setelah kembali ke rumah Keluarga Sutrisno, kritik dari luar tidak berhenti begitu saja.Label seperti "perempuan gila", "wanita beracun", "mantan istri kejam" melekat kuat padaku.Di ruang kerja ayahku."Ini yang kamu minta."Asisten kepercayaan ayahku, Paman Rudy, yang melihatku tumbuh dewasa, berdiri di samping sambil menambahkan dengan suara rendah, "Nona, cadangan sistem keamanan internal Keluarga Gumar, terutama rekaman inti CCTV beberapa hari sebelum dan sesudah ledakan, sudah kami pulihkan sebisanya."Soal ledakan itu, aku tidak pernah berniat membiarkannya berlalu. Di kehidupan ini maupun sebelumnya, nyawa anakku, nyawaku, setiap utang harus dibayar Justin dan Mikha."Terima kasih, Paman." Aku menyimpan berkas-berkas itu dengan hati-hati.Ayahku mengangkat cangkir teh, menyesapnya. Pandangannya tetap tertuju padaku. "Anakku, selanjutnya apa rencanamu?"Aku mengangkat kepala, menatap balik ayahku."Ayah." Suaraku tenang tetapi tegas, dengan tekad kuat. "Aku ingin menjatuhkan Ke
Read more