Share

Bab 4

Author: Sora
Aku terbaring di pelukannya. Bau darah memenuhi rongga mulutku.

Justin menatap tajam perutku yang datar. Suaranya bergetar tanpa dia sadari. "Anaknya mana? Anak kita mana?"

Aku menarik sudut bibirku. Suaraku sangat pelan. "Anak kita? Justin, dia sudah lama tiada, tepat pada hari ledakan gudang senjata itu."

Pupil matanya menyempit tajam. Nadanya tergesa-gesa saat memotong ucapanku, "Jangan mengada-ada! Yulie, sampai kapan kamu mau bersikap nggak masuk akal begini?"

"Cuma karena waktu itu aku men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis   Bab 9

    Mikha diseret dengan kasar oleh anak buah Keluarga Gumar.Katanya, dalam amarah yang meluap, Justin secara pribadi memerintahkan untuk menghukum perempuan yang telah menghancurkan segala miliknya itu. Kedua tangannya ditebas, lalu dia dilemparkan ke kawasan prostitusi.Justin mulai mencoba menghubungiku secara gila-gilaan. Bukan lagi ancaman dan perintah seperti sebelumnya, melainkan berubah menjadi permohonan yang rendah diri, terus-menerus meminta damai dan bertobat.Aku tidak pernah membalas. Semua pesan atau panggilan darinya ditolak atau dibereskan oleh orang-orang yang diatur Paman Rudy.Sampai hari itu, di depan jendela kaca besar di ujung koridor, Paman Rudy berdiri di belakangku, melapor dengan suara rendah."Nona, baru saja dikonfirmasi, Justin sudah meninggal. Dia menembak dirinya sendiri di ruang kerja rumah lama Keluarga Gumar. Di sampingnya ada sepucuk surat untuk Nona."Aku terdiam memandang pemandangan kota yang gemerlap di luar jendela. Lama sekali, baru aku menjawab p

  • Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis   Bab 8

    Rasa takut dan nyeri yang luar biasa membuat Mikha benar-benar kehilangan kendali. Dia hanya bisa menggeleng dan menjerit."Bukan aku! Itu palsu! Semua karena Yulie! Perempuan jalang itu yang mencelakaiku!"Dalam pergumulannya, karena emosi Justin terlalu meledak-ledak dan gerakannya terlalu kasar, map dokumen hitam yang sejak tadi dia genggam terlepas begitu saja, lalu terlempar dan jatuh di lantai marmer yang mengilap.Segel lilinnya retak akibat benturan, setumpuk dokumen di dalamnya meluncur keluar dan berserakan di lantai. Beberapa lembar kertas tepat melayang ke dekat kaki Justin.Secara refleks, dia menunduk. Lembar paling atas adalah salinan surat keterangan diagnosis resmi rumah sakit dan catatan operasi.[ Nama pasien: Yulie. ][ Hasil diagnosis: Pada trimester akhir kehamilan mengalami benturan benda tumpul yang keras yang menyebabkan solusio plasenta, pendarahan hebat dalam rahim, janin tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan setelah dilahirkan. ][ Nama operasi: Operasi se

  • Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis   Bab 7

    Pada hari pernikahan, penjagaan di dalam dan luar vila sangat ketat. Mobil-mobil mewah berderet. Para tamu terhormat berdatangan memenuhi tempat.Para wartawan media diizinkan mengambil gambar di area tertentu. Kilatan lampu kamera menyala silih berganti, menangkap sosok setiap tokoh ternama yang hadir.Tepat saat upacara pertunangan hampir dimulai, seorang pelayan yang mengenakan seragam muncul sambil membawa sebuah paket."Pak Justin, Bu Mikha." Pelayan itu sedikit membungkuk. Suaranya jelas saat berkata, "Ini adalah hadiah pernikahan yang Bu Yulie perintahkan untuk diserahkan sebelum upacara dimulai."Nama "Yulie" bagaikan batu yang dilempar ke permukaan danau yang tenang, sontak menimbulkan riuh rendah di antara orang-orang di sekitar.Wajah Justin langsung menjadi muram. Tatapannya menatap tajam kotak hadiah itu.Senyuman di wajah Mikha juga sempat membeku sesaat, tetapi dia segera menyesuaikan diri. Tangan yang menggandeng lengan Justin mengencang sedikit, bahkan membawa sedikit

  • Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis   Bab 6

    Setelah kembali ke rumah Keluarga Sutrisno, kritik dari luar tidak berhenti begitu saja.Label seperti "perempuan gila", "wanita beracun", "mantan istri kejam" melekat kuat padaku.Di ruang kerja ayahku."Ini yang kamu minta."Asisten kepercayaan ayahku, Paman Rudy, yang melihatku tumbuh dewasa, berdiri di samping sambil menambahkan dengan suara rendah, "Nona, cadangan sistem keamanan internal Keluarga Gumar, terutama rekaman inti CCTV beberapa hari sebelum dan sesudah ledakan, sudah kami pulihkan sebisanya."Soal ledakan itu, aku tidak pernah berniat membiarkannya berlalu. Di kehidupan ini maupun sebelumnya, nyawa anakku, nyawaku, setiap utang harus dibayar Justin dan Mikha."Terima kasih, Paman." Aku menyimpan berkas-berkas itu dengan hati-hati.Ayahku mengangkat cangkir teh, menyesapnya. Pandangannya tetap tertuju padaku. "Anakku, selanjutnya apa rencanamu?"Aku mengangkat kepala, menatap balik ayahku."Ayah." Suaraku tenang tetapi tegas, dengan tekad kuat. "Aku ingin menjatuhkan Ke

  • Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis   Bab 5

    Tamparannya begitu keras hingga Mikha tak sempat bereaksi. Dia langsung terhuyung mundur beberapa langkah, menutup wajahnya sambil membelalakkan mata tak percaya.Aku mengibaskan pergelangan tanganku yang sedikit mati rasa, lalu menatapnya dengan dingin."Tadi aku menahan diri karena surat perjanjian cerai belum ada di tanganku. Sekarang ...." Aku mengangkat salinan perjanjian yang menjadi milikku. "Pernikahan sudah berakhir. Kenapa aku masih harus menahan lalat sepertimu yang berdengung di telingaku?""Yulie! Kamu berani menamparku?" Mikha berteriak nyaring. Air matanya langsung mengalir. Dia menatap Justin dengan wajah penuh tangisan."Justin! Lihat dia!" Justin pun tersadar dari keterkejutannya. Wajahnya pucat karena marah. Dia lalu maju satu langkah."Yulie! Mikha ini sudah kuanggap adik, gimana bisa kamu menamparnya?" Saat itu juga, dari arah pintu terdengar derap langkah yang stabil tetapi cepat.Beberapa mobil hitam berhenti di pinggir alun-alun kantor keluarga. Pintu mobil terb

  • Terlahir Kembali: Tumbal Kekejaman Suami Bengis   Bab 4

    Aku terbaring di pelukannya. Bau darah memenuhi rongga mulutku.Justin menatap tajam perutku yang datar. Suaranya bergetar tanpa dia sadari. "Anaknya mana? Anak kita mana?"Aku menarik sudut bibirku. Suaraku sangat pelan. "Anak kita? Justin, dia sudah lama tiada, tepat pada hari ledakan gudang senjata itu."Pupil matanya menyempit tajam. Nadanya tergesa-gesa saat memotong ucapanku, "Jangan mengada-ada! Yulie, sampai kapan kamu mau bersikap nggak masuk akal begini?""Cuma karena waktu itu aku mengabaikanmu, kamu sampai semarah ini, lalu diam-diam melahirkan anak itu dan menyembunyikannya? Katakan padaku, kamu sembunyikan di mana? Apa kamu kirim ke panti asuhan?"Sambil berbicara, dia bahkan ingin mengulurkan tangan untuk menyentuh perutku. Aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk menepis tangannya, lalu mencibir."Aku sudah bilang, anaknya mati. Kamu bicara sepanjang itu, jangan-jangan kamu nggak ingin cerai?""Mana mungkin!" Seperti kucing yang ekornya terinjak, dia langsung meninggikan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status