Setelah katakan itu, Joana langsung berdiri dan hendak pergi. Dari belakang, suara marah Wayne menggema.“Jangan sampai kamu nyesal nanti!”Joana tertawa dingin lalu noleh.“Kalau aku sampai setuju, barulah aku akan nyesal!”Setelah berkata demikian, Joana kembali melirik Julia dengan tatapan penuh luka dan kebencian.“Bu, Ibu benar-benar buat aku sangat kecewa.”Tadi ibunya bilang hari ini adalah hari peringatan kematian kakek dan neneknya, lalu minta dia pulang untuk temani. Ternyata semua itu hanya alasan. Pada akhirnya, ibunya lagi-lagi bantu ibu tiri dan ayahnya untuk jebak dia. Dan ini bukan pertama kalinya.Joana tahan rasa sakit yang bergolak hebat di dadanya, lalu berbalik pergi. Sepanjang jalan, air matanya terus mengalir tanpa bisa dihentikan. Kalau ayah dan keluarga besar perlakukan dia seperti itu, Joana masih bisa ngerti. Dia bahkan sudah terbiasa. Namun kenyataan kalau ibu kandungnya sendiri ikut jadi kaki tangan mereka, itulah yang paling nggak bisa Joana terima.Kenapa
Baca selengkapnya