“Kamu nyalahkan aku?”Suara Fajar tiba-tiba terdengar dari sampingnya. Joana hentikan langkahnya lalu noleh menatap Fajar. Mata pria itu hitam pekat dan begitu dalam. Tatapannya terkunci pada Joana saat dia kembali tanya, “Aku ceraikan kamu, lalu sekarang bersama Sonya, apa karena itu kamu benci aku?”Sorot mata Joana ikut menggelap beberapa derajat.“Kalau sudah cerai, rasanya nggak ada lagi istilah nyalahkan atau nggak.”Kalau bicara soal nyalahkan, sebenarnya Joana sudah lama berhenti nyalahkan Fajar. Kalau nggak, penyakit yang dulu ganggu dia nggak mungkin sembuh total dan nggak pernah kambuh lagi. Lagian, sejak awal Joana memang sudah duga kalau Fajar akan cari wanita baru.Fajar tertawa sinis.“Bukan karena nggak nyalahkan, tapi karena kamu memang nggak punya hak untuk nyalahkan aku. Bukannya diam-diam kamu sendiri juga sudah dekat dengan mantan kakak iparmu?”Wajah Joana langsung berubah drastis. Dengan nada nggak senang Joana balas, “Apa maksudmu?”Tatapan Fajar makin gelap.“M
Baca selengkapnya