"Argh, lapar sekali. Harusnya tadi aku sarapan dulu," rengek Sari dalam hati sembari meraba perut rampingnya yang mulai berdemo."Kamu baik-baik saja?" tanya Gilang sembari mengangkat alis, menyadari perubahan raut wajah Sari."Iya, tidak apa-apa," sahut Sari dengan anggukan dan senyum yang dipaksakan.Ia berjalan mengikuti Gilang masuk melewati pintu kaca sebuah ruangan luas."Karena ini hari pertamamu, kamu akan menjadi asisten terlebih dahulu sambil mempelajari tugas-tugas dasar, ya," jelas Gilang lugas.Mereka berhenti di depan sebuah meja kosong yang tampak rapi. "Tempat dudukmu di sini, tepat di sebelah Pak Juna. Dia senior yang akan membimbingmu.""Halo, saya Juna. Salam kenal," sapa pria itu ramah. Ia mengulurkan tangan yang segera disambut oleh Sari. "Saya Sari, Pak. Mohon bimbingannya.""Ya sudah kalau begitu. Silakan lanjut bekerja," pamit Gilang singkat."Terima kasih, Pak," ujar Sari sembari mengangguk, menatap sekilas punggung Gilang yang menjauh.Sari mulai meletakkan t
Last Updated : 2026-04-13 Read more