"Mentang-mentang kaya, dia mau memamerkan uangnya padaku?" gerutu Sari dalam hati."Tuan Wira secara khusus memesan tas dan aksesori yang bahkan belum rilis di pasaran hanya untuk Anda," tambah Gilang, berusaha memperbaiki citra bosnya.Namun, Sari tetap bergeming. "Terserah apa katamu, tapi aku tetap tidak mau menerima barang-barang ini. Jadi silakan, bawa pulang!"Gilang tertegun, bingung harus melakukan apa lagi. "Saya mohon, terimalah, Nyonya. Jika saya membawanya kembali, Tuan pasti akan sangat kecewa."Sejenak Sari terdiam. Ia menatap para pekerja wanita yang memegang kotak-kotak hadiah itu. Gadis-gadis muda itu tampak panik dan kebingungan mendengar penolakan Sari. Ia teringat masa-masanya saat masih menjadi karyawan serabutan yang takut akan amarah atasan.Hatinya luluh sedikit. Sari menghela napas panjang sebelum akhirnya menyerah. "Ya sudah. Letakkan saja di sana."Gilang tersenyum lega, segera memberi isyarat, dan dala
Last Updated : 2026-05-26 Read more