Di depan layar komputer yang menyala terang, Sari duduk terpaku. Matanya fokus memeriksa deretan email yang masuk, mengabaikan kebisingan tipis di sekitarnya. Suasana kantor cukup tenang, setiap karyawan tampak tenggelam dalam tugas masing-masing. "Karena kamu masih baru, bulan ini kamu awasi dulu cara kerja senior dan pelajari semuanya," instruksi sebuah suara bariton dari arah samping. Gilang berhenti tepat di sebelah meja Sari. Ia tidak datang sendiri, melainkan membawa seorang karyawan baru di belakangnya. "Bu Sari, ini karyawan baru yang tadi pagi saya bicarakan." Sari menoleh. Seketika, lidahnya terasa kelu. Matanya membelalak menatap sosok di depannya. Ia sempat berharap bahwa penglihatannya salah atau orang itu hanya sekadar mirip, namun nyatanya tidak. Gadis itu benar-benar Raisa. Pagi tadi, Gilang memang memanggilnya dan memberi tahu bahwa Sari akan bertanggung jawab melatih karyawan baru, persis seperti saat ia baru masuk dulu. Namun, siapa yang sangka jika dunianya akan
Terakhir Diperbarui : 2026-04-20 Baca selengkapnya