"Zepriyn, sebarkan pengumuman sah dari istana ke seluruh penjuru ibu kota sekarang juga. Biarkan juru bicara istana membacakan dakwaan itu. Rakyat berhak mendengar kebenarannya." Suara Kaelan memecah keheningan di lorong utama setelah kepergian para dewan. Nada bicaranya terdengar lelah, namun dipenuhi oleh otoritas absolut yang tak bisa dibantah. Zepriyn menunduk hormat. "Sesuai perintah Anda, Yang Mulia. Saya akan mengurus kerumunan di luar sana." "Aku akan turun ke penjara bawah tanah," Kaelan memutar tubuhnya, menatap lurus ke arah lorong gelap yang menuju sel tahanan. "Aku akan menemui Vaelia." Mendengar itu, Roselina yang sedari tadi diam langsung melangkah maju. "Saya akan menemani Anda, Yang Mulia," ucap Roselina dengan tatapan penuh keyakinan. Kaelan menoleh, menatap mata cokelat gadis itu sejenak. "Suasana di bawah sana sangat kotor dan tidak menyenangkan. Kau yakin ingin ikut, Roselina?" Roselina mengangguk mantap. "Saya harus melihat sendiri akhir dari topeng
閱讀更多