"Kau menantangku bertaruh, De Solis?" Bibir Kaelan melengkung, membentuk sebuah senyuman miring yang sangat jarang terlihat. Pria itu menatap Roselina dengan raut terhibur, seolah baru saja mendengar sebuah lelucon yang sangat menarik. "Aku tahu kau mahir mengendalikan kuda. Tapi memanah? Seingatku, kau hanyalah putri bangsawan yang diajari tata krama minum teh, bukan menarik busur militer." "Itu berarti Anda terlalu meremehkan saya, Yang Mulia," balas Roselina dengan dagu sedikit terangkat, pantang mundur. Kaelan terkekeh pelan. Sang Tiran Es itu kemudian menoleh dan membisikkan sesuatu kepada Jenderal Zepriyn yang berdiri kaku di belakangnya. "Siapkan dua kuda terbaik dan buka jalur ganda di arena." "Sesuai perintah Anda, Yang Mulia," jawab Zepriyn seraya menunduk, lalu bergegas menuju area istal. Beberapa saat kemudian, Kaelan dan Roselina sudah berjalan turun meninggalkan tribun kehormatan menuju tengah arena berpasir. Kehadiran sang Raja Agung dan Penasihat kesayangannya di
อ่านเพิ่มเติม