"Lima ratus tahun kebohongan itu akhirnya runtuh bersamaan dengan gema palu keadilan, Yang Mulia." Suara berat Jenderal Orca memecah kesunyian yang kini menguasai Mahkamah Palung Abadi. Ribuan rakyat Varka telah dibubarkan kembali ke distrik masing-masing oleh pasukan keamanan istana. Stadion raksasa itu kini kosong melompong, menyisakan Kaelan, Roselina, Zepriyn, Orca, dan kedua saksi kunci masa lalu. Kaelan masih berdiri di tengah lapangan, menatap altar batu tempat keadilan baru saja ditegakkan. Sang Raja kemudian memutar tubuhnya, menatap Lord Weverse dan Nyonya Florentia Crolle dengan pandangan yang jauh lebih hangat dari biasanya. "Kalian berdua telah mengembalikan kehormatan ibundaku," ucap Kaelan dengan suara rendah yang tulus. "Istana berutang nyawa pada keberanian kalian hari ini. Zepriyn akan mengantar kalian ke paviliun tamu kehormatan. Beristirahatlah dengan tenang tanpa bayang-bayang ketakutan lagi." "Ini sudah menjadi kewajiban kami, Yang Mulia," balas Lord Weverse
閱讀更多