"DIA BERLARI KE SANA, KEJAR!!" Teriakan Roselina menggema di dalam gudang tua itu. Tanpa membuang waktu sedetik pun, Kaelan melesat melewati Zepriyn. Dengan satu tolakan kuat, tubuh besar sang Raja melompat melewati jendela kecil itu dengan keanggunan seorang pemangsa. Zepriyn menyusul di belakangnya. Namun saat Roselina mencoba memanjat jendela yang cukup tinggi itu, gaun kasarnya tersangkut pada paku berkarat. "Sial!" umpat Roselina tertahan. Tiba-tiba, sepasang tangan besar dan kokoh meraih pinggangnya dari luar jendela, menariknya keluar dengan sekali sentakan hingga gadis itu mendarat mulus di pelukan Kaelan. "Jika kau lambat, kau akan tertinggal, Nyonya Penasihat," sindir Kaelan dengan napas yang sama sekali tidak berantakan, menurunkannya ke tanah. "Turunkan ego Anda dan lari saja, Yang Mulia!" balas Roselina tak mau kalah, kembali memacu langkahnya. Ketiganya kembali mengejar bayangan wanita tua itu yang kini berlari membelah area pelelangan ikan yang sangat licin dan b
Read more