"Siapkan kudaku sekarang juga, Zepriyn. Kita lihat keberanian macam apa yang dibawa utusan Welldan hingga berani membuat keributan di wilayahku sebelum perbatasan resmi dibuka." Suara Kaelan sedingin es abadi. Tanpa membuang waktu, sang Tiran membalikkan badannya dan melangkah lebar menuju istal, diikuti oleh Roselina, Zepriyn, dan Ishaq. Makan malam yang baru saja dibahas seketika menguap, digantikan oleh ketegangan. Tak butuh waktu lama, rombongan kecil Raja itu memacu kuda mereka membelah Ibu Kota Valtoria menuju perbatasan sektor barat laut. Begitu mereka tiba di gerbang distrik kumuh, pemandangan kacau langsung menyambut. Puluhan warga berpakaian lusuh memblokir jalan tanah. Di tengah kepungan itu, sebuah kereta kuda mewah berlambang gagak perak terjebak. Beberapa ksatria Welldan tampak menghunuskan pedang, mencoba mengusir warga yang marah. "Mundur! Kalian kaum rendahan tidak berhak menyentuh kereta Lord Vane dari Welldan!" bentak salah satu ksatria dari daratan manusia itu.
Read more