"Maksud kak Sinta apa kotaknya hilang?!" Rina langsung berlari mendekat, ikut menatap ke dalam lemari yang kini benar-benar kosong. Hanya ada tumpukan selimut lama dan beberapa baju yang tersisa di sudut.Sinta menggeledah lemari itu lebih dalam, memindahkan setiap lipatan kain dengan tangan gemetar, berharap kotak itu hanya tergeser, bukan hilang sungguhan. Tapi hasilnya tetap sama. Kotak kayu berisi surat cerai yang jadi bukti penting mereka benar-benar tidak ada di sana."Mas, gimana ini? Kok bisa hilang sih?" Sinta mulai terisak sambil terus mengeluarkan semua isi lemarinya, tidak jika semua baju-baju kini berserakan di lantai.Rama mendekat, ikut memeriksa lemari, bahkan sampai menunduk melihat kolong tempat tidur. "Kamu tenang dulu, Mbak. Siapa tau kamu lupa naruh kotak itu," ucapnya mencoba menenangkan Sinta."Gak mungkin aku lupa, Mas. Aku inget banget, aku taruh kotak itu di lemari ini." Sinta benar-benar kalut. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, dan mengacak-acak rambutnya
Terakhir Diperbarui : 2026-09-18 Baca selengkapnya