Hadi meneguk minuman di depannya, segelas demi segelas, hingga akhirnya ia pun mabuk. Ia benar-benar merasa aneh, ia pikir akan sangat bahagia setelah menikah dengan wanita yang ia cintai. Namun, ia rasakan saat ini hanya kehampaan.Kakek yang dulu memanjakannya telah tiada, kedua orang tua yang selalu menyayanginya kini tak mau menerimanya karena kecewa.Sepadan? Pertanyaan dari Marco terus mengiang di kepalanya. Apakah keputusan yang ia ambil sudah benar, apakah semua benar-benar sepadan?"Stop! Kamu udah mabuk, jangan minum lagi," ucap Egi seraya menarik gelas dari tangan Hadi."Berikan! Aku mau minum, aku mau lupakan semua masalah ini," ucap Hadi."Aku kira setelah menikah dengan wanita yang dia cintai, dia gak akan mabuk seperti ini lagi," ucap Riki seraya menggelengkan kepala. "Dulu waktu nikah sama Tia mabuk-mabukan, sekarang nikah sama Marry pun mabuk-mabukan. Sebenarnya apa sih maumu?!"Marco menggelengkan kepala, ia teringat dengan istri Hadi yang selalu dianggap kampungan,
Read more