"Ini," Hadi menyodorkan sebuah kartu bank kepada Tia. "Gunakan uang ini untuk apa saja, tapi tutup mulutmu dan jangan pernah mengadu pada mama, papa, dan kakekku tentang Marry," ucap Hadi.Tia menatap kartu bank di tangan suaminya itu, setahun menikah dengan Hadi ia tak pernah menerima nafkah. Kartu bank itu harusnya hak Tia sebagai seorang istri, tetapi hari ini malah dijadikan alat untuk menutup mulut."Tidak perlu, Mas." Tolak Tia, ia tersenyum dan melanjutkan ucapannya. "Aku punya pekerjaan, walaupun cuma seorang kasir di restoran cepat saji, tapi masih bisa menafkahi diri sendiri."Marry begitu kesal mendengar ucapan Tia, sebab tadi ia merendahkan pekerjaan Tia sebagai kasir, tak di sangka sekarang Tia membalasnya dengan ucapan menohok.Sementara Hadi menatap Tia dengan tajam, ia pun merasa sedikit tersinggung karena menyadari selama mereka menikah Hadi tidak pernah menafkahi Tia."Aku tidak pernah mendapat penolakan dari orang, ambil kartu ini. Aku tidak mau kamu mengadu macam-m
Read more