Kegelapan di dalam lorong itu tidak seperti gelap biasa. Ia terasa padat, menekan, seolah bukan sekadar ketiadaan cahaya, melainkan sesuatu yang benar-benar ada dan mengisi ruang di sekeliling Ayla. Untuk beberapa detik, ia hanya berdiri diam, membiarkan matanya mencoba menyesuaikan diri, meski hampir tidak ada yang bisa ditangkap. Napasnya terdengar terlalu keras di telinganya sendiri, tidak stabil, berusaha mengejar ritme yang perlahan hilang.Tangannya masih terulur ke belakang, menyentuh dinding kayu yang kini menutup jalan keluar. Permukaannya dingin dan keras, tanpa celah sedikit pun. Ia menekan, mendorong, bahkan mencoba meraba ke sisi-sisinya, namun tidak ada hasil. Pintu itu benar-benar tertutup, seolah tidak pernah ada.Ayla menelan ludah, lalu perlahan menarik tangannya kembali. Ia tidak bisa terus berdiri di tempat yang sama. Ada sesuatu di depan. Ia merasakannyahadir, diam, dan menunggu. Perasaan itu tidak datang tiba-tiba. Ia sudah ada sejak awal, sejak ia melangkah mas
Last Updated : 2026-03-03 Read more