Keesokan harinya, Pagi datang dengan cahaya yang lebih hangat.Retakan di langit masih ada, membentang tipis seperti garis halus yang belum benar-benar sembuh.Namun kali ini, sinar matahari menembusnya dengan lebih lembut. Tidak lagi terasa asing, tidak lagi menusuk. Seolah dunia… sedang mencoba menenangkan diri.Elara berjalan pelan di antara pepohonan. Langkahnya masih hati-hati, namun tidak lagi rapuh. Udara pagi menyentuh kulitnya, membawa rasa segar yang perlahan menggantikan sisa lelah di tubuhnya.Ia tidak sendirian.Aelmon berjalan di sampingnya dengan jarak yang tak lagi ada.Sesekali, tangan mereka bersentuhan ringan, jelas tidak disengaja, namun juga tidak dihindari.Dan setiap kali itu terjadi, Elara merasakannya. Kehangatan yang tidak pernah ia sangka akan menjadi Aelmon. “Kau terlihat lebih baik,” ujar Aelmon, dengan nada suara pelan dan senang, Matanya tidak lepas dari Elara.“Mungkin,” jawab Elara pelan. “Atau aku hanya berpura-pura kuat.”Aelmon mengangkat alis se
Dernière mise à jour : 2026-05-05 Read More