Selamat berimajinasi.Elara jatuh. Bukan jatuh secara fisik, melainkan jatuh ke dalam lautan cahaya.Tubuhku terasa ringan, namun jiwaku seperti ditarik ke atas, menembus langit malam, melewati bulan yang memudar, hingga mencapai hamparan emas tak berujung. Di sana, tidak ada tanah. Tidak ada bayangan. Hanya cahaya.Dan di tengah cahaya itu, berdiri sebuah istana yang terbuat dari pilar-pilar api yang tidak membakar.Sebuah nama terukir di gerbangnya,Aurelia Solis.Kerajaan Matahari yang sebenarnya.“Akhirnya kau kembali.”Suara itu bergema lembut, namun penuh kuasa. Elara menoleh.Helior berdiri tidak jauh darinya, bukan dalam wujud fana yang tadi kulihat, melainkan dalam bentuk yang lebih megah. Jubahnya terbuat dari sinar pagi, rambutnya seperti malam sebelum fajar, dan mahkota cahaya melayang tipis di atas kepalanya.“Aku tidak pernah pergi,” katanya, mendekat. “Kaulah yang memilih turun. Kaulah yang memilih melupakan.”Potongan memori menyeruak.Tawa di antara langit tak bertepi
Last Updated : 2026-03-06 Read more