Hati liar sang Alpha

Hati liar sang Alpha

last updateLast Updated : 2026-04-08
By:  ChatrinUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
11Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sejak kecil, Elara pernah berjanji akan menikahi seekor anak serigala hitam yang ia selamatkan. Baginya itu hanya candaan. Bagi Aelmon yang ternyata adalah Alpha werewolf, itu adalah takdir. Bertahun-tahun kemudian, Aelmon datang menagih janji dan membawanya ke Lunaris, dunia serigala yang hidup dalam hukum ikatan mate. Namun Elara menolak menjadi Luna yang terkurung. Ia ingin hidup normal, mengejar mimpinya di dunia manusia. Segalanya berubah ketika darah Matahari Murni dalam dirinya bangkit. Elara adalah reinkarnasi Dewi Matahari, dan seorang dewa langit turun untuk merebutnya kembali. Terjebak antara Alpha yang mencintainya dengan obsesi dan dewa yang mengklaimnya sebagai takdir, Elara harus memilih... cinta, kebebasan, atau kekuatan yang bisa mengguncang tiga dunia. Karena kali ini, bukan takdir yang menentukan. Melainkan pilihannya.

View More

Chapter 1

Ikatan pertama

Selamat berimajinasi.

Darah menetes ke tanah yang membeku.

Elara tidak tahu kenapa ia berlari menuju suara geraman itu. Kakinya basah oleh lumpur, napasnya terengah, dan hutan di belakang rumahnya terasa lebih gelap dari biasanya. Bulan menggantung besar di langit, seolah mengawasi setiap langkahnya.

Geraman itu terdengar lagi, lebih lemah, lebih marah.

Ia menerobos semak berduri dan membeku di tempat.

Seekor serigala hitam raksasa terbaring di tanah. Bulu gelapnya berkilau kebiruan di bawah sinar bulan, namun tubuhnya dipenuhi luka sayatan. Salah satu kakinya berdarah parah, dan napasnya terdengar berat.

Mata hijaunya menyala tajam ketika melihat Elara.

Ia seharusnya takut. Elara seharusnya lari seharusnya lari.

Tapi Elara kecil, yang baru berusia sepuluh tahun, justru melangkah mendekat.

“Tenang… aku tidak akan menyakitimu,” bisiknya, walau tangannya gemetar.

Serigala itu berusaha bangkit dan menggeram pelan, memperlihatkan taringnya. Namun tubuhnya terlalu lemah. Ia kembali jatuh.

Elara menelan ludah. “Kalau kau mau menggigitku, lakukan saja. Tapi kau akan mati kalau aku pergi.”

Angin berhenti berhembus.

Hening.

Mata hijau itu menatapnya lama, terlalu lama untuk seekor binatang liar.

Dengan hati-hati, Elara merobek bagian bawah gaunnya dan menekan kain itu pada luka di kaki serigala. Darah hangat membasahi jarinya. Aneh, ia tidak merasa jijik. Hanya ada rasa… sedih.

Elara suka hewan sejak kecil, anehnya gadis berambut merah itu tidak akan menangis saat ada manusia yang terluka. Namun hatinya mudah robek oleh hewan yang terluka.

“Siapa yang melakukan ini padamu?”

Mana bisa serigala berbicara. Pikir Elara, mendengus kasihan menatap luka itu lagi.

Serigala itu tidak menjawab, tentu saja. Tapi geramannya mereda.

Saat jarinya menyentuh bulu hitam di kepalanya, sesuatu terjadi.

Hangat.

Bukan panas biasa. Hangat yang menyebar dari telapak tangannya ke dada serigala itu.

Tiba-tiba, cahaya samar, keemasan, berkilau sesaat di antara jari-jarinya.

Elara tersentak, tapi serigala itu justru terdiam. Matanya yang tajam perlahan melembut. Luka di kakinya berhenti mengucur deras.

“Aneh…” bisiknya.

Serigala itu mengangkat kepalanya dan mendekatkan moncongnya pada wajah Elara. Ia bisa melihat bayangannya di mata hijau itu.

Satu yang Elara pikirkan saat melihat mata itu, "indah." akan tetapi Elara juga melihat sesuatu yang lain dari mata predator itu.

Untuk pertama kalinya, ia tidak melihat binatang buas.

Ia melihat, "kesepian." gumamnya dalam hati.

Elara tersenyum kecil. “Kau sendirian, ya?” tanya Elara.

Serigala itu mengeluarkan suara rendah, bukan geraman, bukan juga lolongan. Lebih seperti jawaban.

Ia tertawa pelan. “Kalau kau manusia, aku akan menikahimu supaya kau tidak sendirian lagi.”

Bulan terasa makin terang.

Angin kembali berhembus, membawa aroma tanah dan sesuatu yang lebih tua… sesuatu yang mengamati!

Serigala hitam itu menegang. Telinganya bergerak waspada.

Elara tidak menyadarinya ketika ia menepuk kepalanya pelan. “Jangan mati, ya? Besok aku bawa makanan.”

Ia bangkit berdiri berniat untuk kembali.

Namun sebelum ia sempat melangkah pergi, serigala itu menggigit lembut ujung bajunya, menahannya. Mata hijau itu kini menyala lebih terang.

Seolah mengukir sesuatu.

Janji.

Elara tertawa kecil. “Hei, aku serius. Kalau kau berubah jadi manusia nanti, kau harus mencariku, ya?” candanya.

Serigala itu melepaskannya perlahan. Di kejauhan, terdengar lolongan panjang. Bukan satu tapi ada banyak.

-Bayangan-bayangan bergerak di antara pepohonan.

Elara tidak tahu bahwa malam itu bukan kebetulan. Bahwa serigala di depannya bukan makhluk biasa.

Dan bahwa janji polosnya telah mengikat jiwa seorang calon Alpha-

Ketika ia berbalik untuk pulang, ia tidak melihat mata hijau itu berubah menjadi lebih dalam, lebih sadar.

samar, namun Elara tidak melihat cahaya bulan yang berputar di sekitar tubuh besar itu.

Suara berat berbisik di dalam heningnya hutan. Elara menggosok kupingnya yang tak gatal, kembali melanjutkan perjalanan tanpa menoleh.

“Aku akan menagihnya.”

Lalu tubuh serigala hitam itu mulai berubah.

Bersambung....

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status