Home / Romansa / Sopir Kesayangan Dokter Cantik / 60 Momen Romantis Reno Dan Sarah

Share

60 Momen Romantis Reno Dan Sarah

Author: Ryu Lee
last update publish date: 2026-04-23 08:56:12

Setelah kepergian dokter Sarah dan Reno yang membawa sejuta luka, suasana cafe Cendana menjadi sangat canggung. Elena tertunduk, bahunya bergetar hebat, padahal ia sedang menyeringai tipis di balik rambutnya yang indah. Sementara Adrian, ia merasa bersalah sekaligus mendapatkan kesempatan emas.

"Mas.. Bagaimana ini? Aku dipecat. Aku tidak punya tempat tinggal lagi malam ini," isak Elena, aktingnya begitu sempurna hingga Adrian merasa harus menjadi pahlawan bagi asisten yang selalu membuatnya ca
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   Bab 133

    Reno mempererat pelukannya pada tubuh Sarah, membiarkan wanita itu menumpahkan seluruh rasa lelah dan sisa keterkejutannya di dada bidangnya. Detak jantung Reno yang tenang seolah menjadi melodi penenang yang paling ampuh untuk meredakan badai emosi di dalam dada sang dokter cantik. Setelah beberapa menit berlalu dan isakan Sarah mulai mereda, Reno perlahan mengurai pelukan mereka."Sudah lebih tenang, hmm?" tanya Reno lembut, jemarinya bergerak menghapus sisa air mata di sudut mata Sarah.Sarah mengangguk pelan, seluas senyuman tipis yang tulus terbit di bibirnya. "Iya, Ren. Terima kasih. Kalau tidak ada kamu tadi, aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi Papa,""Sudah kewajibanku untuk selalu menjagamu, Sarah. Sekarang, gantilah pakaianmu. Kita pulang dan beristirahat, oke?" ucap Reno yang langsung dihadiahi anggukan patuh oleh Sarah.Setelah memastikan Sarah masuk ke dalam ruang kerjanya dengan aman untuk berganti pakaian, Reno melangkah mundur beberapa jarak ke sudut koridor yang

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   Bab 132

    Lampu indikator merah di atas pintu ruang operasi bedah utama rumah sakit akhirnya berubah menjadi hijau, dan sesaat kemudian, Sarah melangkah keluar dengan tubuh yang tampak begitu lelah, namun memancarkan kelegaan yang luar biasa. Operasi penggantian katup jantung yang dipimpinnya selama hampir tiga jam baru saja berjalan dengan sukses tanpa ada komplikasi sedikit pun.Sarah melepas masker bedah dan penutup kepalanya, membiarkan rambut panjangnya tergerai sedikit berantakan. Ia mengusap perut buncitnya yang terasa agak tegang akibat berdiri terlalu lama di depan meja operasi."Kerja bagus semuanya. Tolong pantau tanda-tanda vital pasien secara berkala di ruang ICU," ucap Sarah lembut kepada tim perawat yang mengikutinya dari belakang. Setelah mendapatkan anggukan hormat dari timnya, Sarah berjalan menuju ruang pribadinya untuk beristirahat dan membersihkan diri.Namun, baru saja Sarah melintasi lorong menuju area lobi lift lantai empat, langkah kakinya mendadak terhenti. Atmosfer di

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   Bab 131

    Mentari pagi bersinar cukup terik, memayungi halaman rumah mewah dokter Sarah yang tampak sunyi dari luar. Tepat pukul sepuluh pagi, sebuah mobil hitam terparkir di gerbang samping. Di balik kemudinya, Reno duduk dengan mengenakan pakaian kepala petugas kebersihan rumah sakit. Pagi ini, ia kembali melakoni peran terbaiknya di dunia, yaitu menjadi sopir kesayangan dokter cantik itu.Tak lama kemudian, pintu kediaman mewah itu terbuka. Sarah melangkah keluar dengan anggun, mengenakan gaun ibu hamil dan dilapisi dengan jas dokternya yang berwarna putih bersih.Sementara di dalam rumah, Sarah menuruni anak tangga dengan senyuman yang merekah. Ia tidak memperdulikan tatapan sinis kedua orang tuanya yang duduk di kursi meja makan.Dengan langkah santai, Sarah melangkahkan kakinya, meninggalkan rumah tanpa bertegur sapa dengan kedua orang tuanya itu.Sesaat kemudian, pintu rumah pun dibuka. Sarah melangkah keluar dengan sangat anggun, dan senyuman manis itu langsung ia lemparkan kepada Reno

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   Bab 130

    Setelah mengantar Elena ke apartemennya, dengan senyum yang tak pernah hilang dari wajah tampannya, sopir kesayangan dokter cantik itu langsung menuju ke apartemen Samuel. Tak butuh waktu lama, mobil Reno kini sudah berada di parkiran apartemen elite itu. Dan tak butuh waktu lama, Reno pun sudah berada di unit apartemen Samuel.Asap rokok mengepul tipis di dalam ruang kerja apartemen Samuel yang temaram. Jam dinding yang menempel di sudut ruangan sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, namun baik Reno maupun Samuel sama sekali tidak menunjukkan raut wajah mengantuk. Suasana di dalam ruangan itu terasa begitu dalam dan pekat."Gila... Baskoro itu benar-benar iblis berwajah manusia, Sam," desis Reno tiba-tiba menyeletuk di hadapan Samuel yang masih sibuk dengan layar laptopnya."Ada apa, Ren? Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu?" tanya Samuel mengangkat wajahnya dan menatap lurus ke arah Reno sembari menyandarkan punggungnya ke kursi.Sebelum Reno memulai ceritanya, Sopi

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   Bab 129

    Reno melirik sekilas ke arah Elena dari sudut matanya, sementara kedua tanganya tetap fokus mengendalikan setir mobil menembus jalanan kota yang mulai lengang. Kening Reno masih saja berkerut. Ia terlalu penasaran dengan rahasia Baskoro yang ada di tangan Elena."Katakan, Elena! Sebenarnya kamu mau kemana? Kenapa tiba-tiba kamu mencegatku di jalanan seperti ini?" tanya Reno lagi. Mobil sedan hitam yang dikemudikannya itu terus melaju membelah gedung demi gedung yang berderet di jalanan ibu kota."Sebenarnya aku baru saja selesai bertemu dengan Baskoro di cafe ujung kompleknya itu. Tadinya aku berniat menunggu taksi untuk pulang. Eh, aku malah melihat mobil kamu. Ya sudah, aku embat aja," jawab Elena dengan santai sembari mengusap perutnya yang buncit.Mendengar penjelasan dari Elena, tentu saja Reno terkejut. Ia menepikan mobilnya lalu beralih menatap Elena dengan serius."Katakan padaku, Elena! Ada urusan apa kamu dengan papanya Sarah. Plis Elena, jangan buat aku penasaran seperti i

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   Bab 128

    Suasana di dalam kamar tidur Sarah terasa begitu tenang, berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat dengan suasana mencekam yang baru saja terjadi di ruang tamu bawah. Sarah berjalan perlahan menuju tepi ranjangnya, lalu menundukkan diri dengan ahelaan napas panjang yang penuh dengan rasa lega. Beban berat yang selama ini menghimpit pundaknya seolah luruh bersama angin siang itu.Tok.. Tok.. Tok..Ketukan pintu yang teramat pelan seketika membuat Sarah langsung menoleh. Pintu kamar itu sedikit terbuka, menampilan sosok Reno yang melangkah masuk setelah memastikan Baskoro dan istrinya masih mematung di bawah. Saat Reno tadi sudah sampai di mobilnya, ia kembali masuk ke dalam rumah Sarah dan menemui Sarah di kamarnya."Boleh aku masuk?" tanya Reno lembut, seulas senyuman tulus terukir di wajah tampannya."Tentu saja, Ren. Kemarilah," sahut Sarah sembari menggeser duduknya, memberikan ruang untuk pria yang baru saja menyelamatkan hidup dan masa depannya itu.Reno melangkah mendeka

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   5 Hasrat Dibalik Tirai

    Duniaku seolah berhenti berputar saat pintu kamar mandi itu berderit terbuka dan Elena yang pandangannya langsung ke arahku dan Sarah. Aku yang tadi tersiksa dengan hasrat yang dikendalikan oleh dokter Sarah, kini ditambah lagi dengan kehadiran Elena yang tiba-tiba saja keluar dari kamar mandi. Ra

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   4 Kecurigaan Elena

    "Aneh? Aneh apanya?" sergah Sarah cepat, suaranya terdengar seperti orang tercekik.Elena turun dari ranjang dengan gerakan mengancam. Langkah kaki telanjangnya menginjak karpet tanpa suara mendekati lemari."Aroma udara di sekitar sini beda. Ada bau asing yang menyengat, entah yaa bau apa. Kayak b

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   3 Terperangkap Dalam Aroma Kehancuran

    "Mati aku. Cepat, sembunyi di dalam sana!" Desisan Sarah nyaris tak terdengar, suaranya habis ditelan kepanikan luar biasa. Tanpa memberiku ruang untuk bertanya, kedua tangan mungil wanita itu mendarat kasar di dadaku. "Masuk ke sana! Cepat, sembunyi dalam lemari. Saya nggak mau image luntur hanya

  • Sopir Kesayangan Dokter Cantik   2 Melewati Garis Kewarasan

    Langkah kakiku yang mengenakan sepatu basah langsung berhenti di atas karpet tebal lorong samping. Begitu pintu ku tutup perlahan, kegelapan absolut langsung menyergap pandanganku. Hanya ada sedikit pantulan cahaya kilat dari jendela tinggi di ujung tangga yang sesekali memperlihatkan debu-debu h

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status