Aku terkekeh pelan.Awalnya, aku benar-benar mengira Keluarga Susanto menerimaku kembali karena masih memedulikan hubungan kami di masa lalu.Jadi, ternyata yang mereka inginkan hanyalah ginjalku?Entah mengapa, ibu tampak sedikit merasa bersalah."Rio, kau tahu, Ibu selalu menganggapmu sebagai anak sendiri. Kalau kau menolak, tidak ada yang bisa memaksamu!"Tiara langsung berteriak setelah mendengar itu."Ibu, sadarlah! Siapa anak Ibu sekarang? Tanpa ginjal, Ardi akan mati!"Mata ibu memerah, seperti induk serigala yang melindungi anaknya."Aku tahu siapa anakku yang sebenarnya. Tidak perlu kau ingatkan!"Tiara langsung terdiam.Ayah juga menundukkan pandangannya, seolah tenggelam dalam pikirannya sendiri.Dia hendak mengatakan sesuatu, tetapi ibu langsung membungkamnya hanya dengan sebuah tatapan.Saat ini, ibu menatapku penuh harap, seolah-olah jika aku menolak, dia tetap akan melindungiku seperti dulu.Aku hanya mengangguk patuh."Tidak apa-apa, Tante Rani. Aku bersedia."Satu ginj
Read more