Short
Selamat Tinggal Dunia Terkutuk!

Selamat Tinggal Dunia Terkutuk!

作家:  Susan完了
言語: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10チャプター
182ビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

POV Pria

Sekeluarga Mengejar

Drama

Plot Twist

Pilih Kasih/Egois

Munafik

Penyesalan

Hubungan Keluarga

Untuk memberi pelajaran padaku, orang tuaku memalsukan tes DNA dan mengklaim bahwa aku bukanlah anak kandung mereka. Kakakku mengabaikan permohonanku dan bersikeras mengirimku ke rumah sakit jiwa. "Dasar pembawa sial, kenapa kau nggak mati saja?" Dan tunanganku tercinta, bukan hanya mengawasi dengan dingin, tetapi juga memanfaatkan koneksinya agar aku menderita dan menanggung berbagai siksaan di sana. Lima tahun telah berlalu, dan akhirnya aku berubah menjadi penurut. Tapi, mengapa mereka justru ingin aku kembali menjadi tuan muda yang arogan dan angkuh seperti dulu?

もっと見る

第1話

Bab 1

"Rio, apa kau kambuh lagi sampai mengamuk? Sudah selarut ini masih belum pulang. Apa kau sengaja membuat kami khawatir?"

Suara kakakku, Tiara, terdengar menegur dari telepon.

Lima tahun kemudian, Keluarga Susanto akhirnya mengatur kepulanganku dari rumah sakit.

Karena hari ini adalah ulang tahun Ardi, jadi dia mengatakan bersedia memberiku kesempatan untuk meminta maaf.

Saat itu, ayahku juga ikut bicara.

"Aku tahu kau masih kesal karena kami mengirimmu ke rumah sakit jiwa, tapi siapa yang menyuruhmu selalu semena-mena menindas Ardi? Kami melakukan ini juga demi kebaikanmu!"

Kakakku juga menimpali.

"Benar. Lagipula sekarang kami sudah mengeluarkanmu, kan? Apa lagi yang kau inginkan?"

Mereka terus mengomel tanpa henti. Setelah setengah jam, barulah mereka selesai memarahiku dan mulai menanyakan keberadaanku.

"Di mana kau sekarang? Kami akan mengirim mobil untuk menjemputmu! Kali ini bersikaplah baik, jangan seenaknya lagi!"

Aku menelan ludah dengan susah payah. Suaraku serak saat menjawab,

"Di ... rumah sakit jiwa."

Memang benar.

Aku terus menunggu di sini dari siang hingga malam, tanpa bergerak sedikit pun.

Orang di ujung telepon itu terdiam cukup lama. Lalu tiba-tiba ia bertanya dengan nada yang lebih keras,

"Apa kau nggak bisa pulang sendiri dari rumah sakit jiwa? Memangnya harus dijemput? Kau masih ingat jalan pulang ke rumah, kan?"

"Siapa yang kau coba bodohi dengan sandiwara ini? Kau masih menyimpan dendam pada kami, ya? Aku tahu kau belum belajar dari kesalahanmu. Seharusnya kami dulu tidak mengeluarkanmu!"

Namun mereka sepertinya lupa, bahwa sejak awal merekalah yang menyuruhku diam menunggu di sana.

"Ma ... maaf, Om Rudi, Kak Tiara. Aku tidak sengaja."

Aku refleks langsung meminta maaf.

Pihak seberang tertegun.

Mungkin terkejut dengan kepatuhanku, atau mungkin heran dengan caraku memanggil mereka.

Lima tahun yang lalu, kami adalah keluarga yang sangat dekat. Jika bukan karena tes DNA itu, aku tak akan pernah membayangkan bahwa aku, yang wajahnya sangat mirip dengan orang tuaku, ternyata bukan putra kandung mereka.

"Sudahlah!"

Orang itu sepertinya kehilangan kesabaran.

"Akan kusuruh kakakmu menjemput!"

Aku terus duduk dengan tenang, membiarkan angin dingin dan rasa lapar menerjangku.

"Pak, taksi?"

Sebuah taksi berhenti di depanku.

Aku menggeleng.

"Sedang menunggu jemputan."

Taksi di depan gerbang berlalu satu demi satu.

Sudah lewat pukul sepuluh malam, hampir tiba waktu tutup rumah sakit jiwa, tetapi masih belum ada tanda-tanda kemunculan Keluarga Susanto.

Tidak ada satu pun pesan di ponselku.

Petugas keamanan tidak tega melihatku.

"Kau sudah menunggu seharian! Kenapa mereka belum datang juga? Aku sudah mau pulang. Di sini sangat terpencil, bahaya sendirian malam-malam begini!"

Aku hanya tersenyum dan tidak mengatakan apa-apa.

Lima tahun sudah kutunggu, masa masih peduli satu hari lagi?

Petugas keamanan menghela napas, dia kemudian memberiku air dan roti. Melihat betapa berbahayanya jika aku sendirian di malam hari, maka dia memutuskan tetap tinggal untuk menemaniku.

"Terima kasih, Pak!"

Aku memakan roti itu dengan patuh.

Ini adalah ulang tahun paling bahagia yang pernah kualami selama lima tahun terakhir.

Pada akhirnya, aku tetap tidak dijemput mobil Keluarga Susanto. Aku kemudian diantarkan pulang oleh petugas keamanan tersebut.

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

読者の皆様へ

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

コメントはありません
10 チャプター
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status