"Apa ibu kenapa-kenapa? Dito, tolong izinin aku pergi jenguk ibuku." Tania merasa sangat panik, dia menatap Dito dengan penuh permohonan.Dito menundukkan pandangannya, menatap Tania yang kini sanggup merendahkan harga dirinya demi sang ibu. Dia pun tidak tahan untuk tidak tertawa sinis.Dulu saat hidupnya sedang sulit-sulitnya, Tania juga bersikap seperti ini, melawan segala tekanan dari dunia luar demi melindunginya."Sekarang aku cuma punya ibu, aku nggak boleh kehilangan dia. Izinin aku pergi urus dia sebentar aja. Begitu kondisinya membaik, aku pasti langsung balik buat jagain Joshua." Tania mulai tidak sabar karena Dito hanya diam saja, dia bahkan berniat untuk langsung pergi begitu saja.Namun, saat dia berbalik untuk pergi, Dito dengan wajah muram langsung mencengkeram pergelangan tangannya. "Tania, tanpa izin dariku, beraninya kamu pergi?""Jangan lupa kalau kita sudah tanda tangan kontrak. Kamu harus selalu prioritasin Joshua. Biar kamu mau mati sekalipun, kamu harus mati di
Read more