“Aku tahu kau berada di ruangan pria tua itu, Bu,” ujar Marcus sembari menutup pintu. Pria itu menghampiri si wanita berambut panjang, tersenyum mengejek pada pria yang terbaring di ranjang.“Jangan memanggil kakekmu dengan sebutan tidak sopan, Marcus.” Wanita itu mengembus napas panjang, menatap ayahnya saksama. Ketika memejamkan mata, ia seketika teringat dengan kejadian-kejadian mengertikan yang sudah berlalu.Wanita itu berbalik, terkejut saat melihat keadaan Marcus. “Astaga, apa yang sudah terjadi padamu, Marcus? Kenapa wajahmu babak belur.”Marcus menjatuhkan dirinya ke sofa, tertawa terbahak-bahak. “Aku hanya terjatuh saat sedang mandi. Kau tidak perlu mengkhawatirkan luka-luka ini.”“Apakah ayahmu memukulmu lagi, Marcus?” Wanita bernama Marry itu beranjak dari kursi, mengambil kotak obat di nakas, menghampiri Marcus. “Aku akan mengobatimu.”Marcus menahan tangan Marry. “Kau tidak perlu repot-repot melakukannya. Dokter sudah mengobati luka-lukaku. Aku tidak akan mati hanya kare
Last Updated : 2026-03-29 Read more