Wajah Rindu menengadah, dengan bibir setengah terbuka merasakan sentuhan hangat yang hinggap di antara kedua kakinya. Gadis itu tak berhenti merintih, dengan sebalah tangan mungilnya yang meremas rambut seorang pria dewasa yang tengah berjongkok di depannya.Sebelah kaki jenjangnya telah berada di atas pundak Seno. Membuat posisinya terlihat sangat terbuka dan nakal. Apalagi dengan kondisi dirinya yang tak berpakaian.Emnh..Rintihan kembali keluar dari bibir Rindu saat sang paman memainkan lidahnya dengan begitu handal di pusat tubuhnya. Jilatan dan hisapan yang Seno berikan, membuatnya tak mampu lagi untuk menahan suaranya."Ahh.. kenapa rasanya seperti ini, Paman?" tanya Rindu dilanda kebingungan. Bagaimana bisa dia merasakan kenikmatan semacam ini hanya dengan permainan lidah Seno?Sulit untuk menjelaskan bagaimana rasa nikmat ini menderanya. Tak ada kata yang bisa dia ungkapkan untuk menggambarkan kenikmatan yang Seno berikan padanya.Awalnya, raga Rindu bisa menolak rasa baru ya
Terakhir Diperbarui : 2026-05-06 Baca selengkapnya