首頁 / Romansa / Pesona Paman Seno / PPS | Terbuai [+]

分享

PPS | Terbuai [+]

作者: Karl Valerie
last update publish date: 2026-05-04 09:19:56

Kedua insan berbeda usia itu saling bertukar saliva dengan mesra. Kedua netra mereka saling terpejam. Menikmati sensasi basah nan lembut yang tercipta dari sebuah ciuman yang mereka lakukan.

Seno menekan punggung Rindu, merapatkan tubuh mungil itu pada tubuh jangkungnya. Membuat gesekan pada dada mereka kian terasa. Dan berhasil membakar gairah keduanya.

Tangan Seno yang lain, turun menangkup sebelah bongkahan padat Rindu. Meremasnya gemas dan sesekali menamparnya.

Pekikan Rindu teredam sesaat
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pesona Paman Seno   PPS | Saling Cinta

    Rindu mendongak begitu mendengar pertanyaan dari Seno. Gadis itu terdiam, dengan manik sendu.Seno menatap balik Rindu dengan pandangan dalam. Diusapnya pipi gadis itu dengan lembut dan penuh perasaan. Membuat Rindu refleks terpejam meresapi sentuhan yang ada di sisi wajahnya."Awalnya Paman merasa ragu dengan apa yang Paman rasakan akhir-akhir ini. Bagaimanapun Paman sudah beristri dan tidak sepantasnya memiliki perasaan ini pada wanita lain." kata Seno masih dengan tangan yang membelai wajah Rindu."Paman sempat ingin memutuskan hubungan ini karena Paman tidak ingin menyakiti Hanum semakin dalam." lanjut Seno yang membuat Rindu menegang. Tiba-tiba saja dia merasa takut jika sampai hal itu terjadi.Seno tersenyum getir, menyadari akan kesalahannya yang fatal. Dia sudah menghancurkan rumah tangganya dengan bermain api bersama Rindu. Tapi dia juga tidak ingin melepaskan gadis itu begitu saja. Rindu telah membuatnya nyaman dengan segala perhatian yang dia berikan."Tapi seiring berjalan

  • Pesona Paman Seno   PPS | Sembunyi

    Rindu tersenyum puas begitu melihat masakan yang dia buat sejak pagi tadi telah tersaji rapi di atas meja. Pagi ini dia sengaja bangun lebih awal untuk pergi ke pasar dan berbelanja bahan-bahan makanan. Tak tanggung-tanggung, Rindu pergi ke pasar saat hari masih gelap.Tepat pukul 6 pagi, Rindu telah menyelesaikan kegiatannya di dapur. Dia juga sudah selesai mencuci piring dan alat-alat dapur lainnya.Semua yang Rindu lakukan tidak lain untuk menyambut kepulangan Seno. Pria itu semalam mengabarinya jika pagi ini dia akan pulang sebentar. Sehingga Rindu buru-buru memasakkan sesuatu untuk Seno.Entahlah, Rindu merasa tidak sabar menunggu kepulangan Seno. Padahal pria itu hanya tidak pulang selama sehari saja. Dan mereka juga sempat bertukar pesan semalam.Mengenai Hanum, sejak dirinya sibuk di dapur, wanita itu tidak terlihat batang hidungnya. Entah apa yang dilakukan oleh bibinya itu. Rindu tidak ingin mempedulikannya.Setelah menyelesaikan kegiatan memasaknya sekalian bersih-bersih da

  • Pesona Paman Seno   PPS | Kesal

    Melihat tatapan penuh selidik dari sang bibi, Rindu justru tersenyum samar. Rindu menebak jika Seno pasti tidak mengatakan apapun pada Hanum. Melihat bagaimana raut kesal dari wanita itu saat ini.Tanpa merasa terintimidasi, Rindu menatap balik Hanum yang tengah berkacak pinggang di depannya. Tatapan wanita itu begitu tajam, dan hal itu tidak membuatnya gentar sama sekali. Dia justru semakin ingin menyulut kemarahan Hanum."Tadi Paman Seno menelfon Rindu, Bik." jawab Rindu setenang mungkin.Hanum mendengus dan membuang wajah ke arah lain sejenak. Lalu kembali menatap ke arah gadis itu."Kenapa dia tidak menghubungi Bibi saja? Kenapa harus menghubungi kamu?" cecar Hanum kesal.Dengan polos Rindu menggelengkan kepalanya samar. Raut wajahnya tak terlihat resah atau terganggu dengan sikap Hanum saat ini."Rindu juga tidak tahu, Bik. Kenapa Bibi tidak tanya saja pada Paman?" balasan dari Rindu semakin membuat wajah Hanum menjadi muram.Rindu menggigit pipi dalamnya karena merasa bersalah t

  • Pesona Paman Seno   PPS | Tidak Pulang

    Seno mengelap keringat yang membasahi pelipisnya dengan punggung tangan. Rasanya benar-benar melelahkan karena sejak tadi dia tidak berhenti bergerak kesana kemari.Siang ini bengkel miliknya begitu ramai. Banyak dari para pelanggan setianya yang datang untuk memperbaiki kendaraannya. Sehingga Seno ikut turun tangan membantu para karyawannya."Ini sudah lewat jam makan siang, Bos. Lebih baik Bos istirahat dulu. Biar bagian ini saya yang memegangnya." kata Surya, salah satu karyawan yang ada di bengkel Seno."Tidak papa, Sur. Saya bisa makan nanti setelah motor ini selesai diperbaiki. Kasihan Pak Anto yang sudah menunggu lama sejak tadi." balas Seno menolak tawaran Surya. Pasalnya motor yang dia pegang saat ini milik pelanggan setianya yang sudah berusia senja.Surya berusaha meyakinkan Seno agar mau istirahat sejenak. Tapi bosnya itu tetap menolaknya dan menyuruhnya untuk memperbaiki motor pelanggan yang lain.Di dalam bekerja, Seno memang sangat disiplin dan bertanggung jawab. Dia ta

  • Pesona Paman Seno   PPS | Lengket [+]

    Seno mengernyitkan dahinya saat merasakan benda kenyal yang tengah menghisap bibirnya beberapa kali. Masih dengan mata terpejam, pria itu berusaha untuk menyingkirkan beban berat yang ada di atas tubuhnya.Seno dibuat menggeram karena sepertinya sosok ini sengaja mengusik tidurnya. Membuatnya mendengus dan dengan kesal membuka lebar kedua matanya.DegPria itu dibuat berjengit saat melihat sosok yang ada di depannya saat ini . Seno pikir sejak tadi Hanum-lah yang telah mengganggunya. Tapi ternyata.."Pagi, Paman Sayang." sapa suara lembut nan mesra tersebut.Seno mengerjap merasa tidak percaya dengan sosok yang kini tengah tersenyum manis di depannya saat ini."Kok sapaan Rindu tidak jawab, Paman?" dengusan kesal dari sang empu membuat Seno akhirnya tersadar, jika yang ada di depannya saat ini memang benar-benar gadis itu."Ri-Rindu? Kamu-kenapa kamu bisa masuk ke sini?" tanya Seno kebingungan.Sadar jika posisi mereka saat ini benar-benar sangat dekat, Seno lantas segera bangun. Memb

  • Pesona Paman Seno   PPS | Susah Tidur

    Sedari tadi Rindu sudah beberapa kali memutar tubuhnya kesana kemari di atas ranjang. Jam dinding sudah menunjukkan pukul satu pagi. Namun tak ada tanda-tanda gadis itu akan tertidur.Helaan napas berat terdengar dari bibir kecil Rindu. Gadis itu tengah berbaring terlentang, dengan iris beningnya menghadap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang. Mengingat apa yang telah terjadi di antara dirinya dan Seno beberapa jam lalu di bengkel.Rasa sedih baru mendera hati Rindu saat ini. Namun sudah terlambat jika gadis itu ingin menyesalinya. Dia bahkan menikmati apa yang Seno lakukan pada tubuhnya.Rindu kembali menarik napas beratnya. Rasa sesak berkerumun di dalam hatinya saat ini. Memang benar dia telah memutuskan untuk melakukan apapun demi membalaskan dendamnya. Bahkan Rindu akan memberikan kesuciannya pada Seno secara suka rela. Tapi tetap saja, Rindu hanyalah seorang gadis yang rapuh dan lemah. Yang berusaha tetap kuat demi membalas rasa sakit hatinya pada sang Bibi."Sekarang

  • Pesona Paman Seno   PPS | Terjatuh

    Seno mendekap Rindu dengan begitu erat sesaat setelah permainan mereka selesai. Wajah pria itu tampak berseri karena baru saja mendapatkan servis dari sang keponakan."Terimakasih, Sayang. Paman senang sekali karena kamu mau memberikan harta berharga kamu untuk Paman." kata Seno mengecup puncak kep

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pertama Kalinya #2 [+]

    Tubuh Rindu tersentak-sentak seiring dengan gerakan jari Seno yang ada di dalam dirinya. Kedua tangan mungilnya mencengkram tepian sofa dengan bibir yang tak berhenti mendesah.Di depannya kini, Seno tengah bersimpuh sembari memainkan jarinya di dalam lubang miliknya. Menari-nari dengan begitu liha

  • Pesona Paman Seno   PPS | Pertama Kalinya [+]

    Rindu membeku begitu mendengar apa yang Seno ucapkan. Jantungnya berpacu dengan begitu cepat tanpa bisa dia cegah. Pikirannya mulai melayang memikirkan apa yang akan terjadi nantinya jika Seno benar-benar melakukannya.Melihat wajah Rindu yang tampak tegang, Seno yang sudah dikuasai oleh kabut gair

  • Pesona Paman Seno   PPS | Manja

    Seno dan Rindu benar-benar pergi bersama ke bengkel ketika jarum jam menunjukkan pukul 7 pagi. Hanum sempat bertanya kenapa mereka pergi sepagi itu. Pasalnya bengkel milik Seno selalu buka pukul 9 pagi. Dan dengan tenang Seno menjawab jika mereka hendak mengecek persediaan bahan dan alat di gudang.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status