Saat senja, aku mencapai dataran sungai. Luas, terbuka, berbahaya. Tempat yang buruk untuk bersembunyi. Tempat yang lebih buruk untuk berlama-lama.Tempat yang sempurna untuk menunjukkan maksudku.Aku melangkah ke perairan dangkal dan membiarkan arus membasahi sepatu botku, membawa aroma ke hilir. Aku menjatuhkan penangkal palsu. Berantakan, cerah, sebagai umpan. Lalu mundur ke hulu di atas batu, berhati-hati agar tidak muncul ke permukaan lagi.Anak itu merengek pelan, suara tipis yang membuat dadaku sesak. Detak jantungnya lebih cepat sekarang. Bukan takut. Waspada.“Ya,” bisikku. “Aku juga merasakannya.”Jaringan itu semakin mengencang saat malam tiba.Aku merasakannya dalam cara ikatan itu berdesir dengan gangguan rendah, seperti statis yang menyentuh kulit. Dari cara udara menolak arah tertentu, berat dan tebal seolah-olah dunia itu sendiri mendorongku kembali ke tengah.Mereka tidak terburu-buru. Mereka m
Read more