Miao Hongyu masih berdiri di tempat. Balok besar berada di kedua tangannya. Untuk beberapa detik, dia hanya menatap pria muda yang terikat di dipan. Pria muda itu tak sama sekali bereaksi, bahkan ketika Miao Hongyu mengangkat balok nya perlahan, wjahnya tetap tanpa ekspresi. Miao Hongyu menarik napas panjang kemudian— Balok menghantam punggung pria muda tersebut dengan keras! Benturannya terdengar cukup jelas hingga beberapa prajurit yang berdiri tidak jauh dari sana tanpa sadar menoleh. Tubuh pria muda itu tersentak. Namun hebatnya, dia tidak berteriak. Miao Hongyu justru sesaat memejamkan mata seperti sedang menahan sesuatu, rahangnya tanpa sadar mengeras, tangannya yang menggenggam balok pun mencengkeram semakin kuat. Beberapa detik kemudian, pukulan demi pukulan terus berlanjut. Sampai pada pukulan ketujuh, barulah Miao Hongyu berhenti. Balok masih berada di tangannya, napasnya terdengar lebih berat. Di depannya, punggung pria muda itu mulai menunjukkan luka akibat puku
Magbasa pa