Suasana ruang makan masih terasa berat, setelah percakapan tentang anomali kedua itu. Dan Xeyren-lah yang berdiri lebih dulu. Untuk sesaat, atapan kelabu gelapnya tertuju pada Seraphine. “Cari anomali itu,” ucapnya datar. “Aku tidak peduli berapa orang yang harus dikerahkan. Temukan.” Seraphine mengangkat alis tipis. “Baik, Tuan Crow.” Lalu tanpa menunggu lagi, Xeyren pun segera menggenggam tangan Lovelle yang masih berada di pangkuannya. “Ke kamar," titahnya. Namun belum sempat ia beranjak, tiba-tiba Seraphine kembali membuka suara. “Tuan Crow, aku minta waktu Anda untuk membicarakan sesuatu yang penting.” Tatapan Xeyren pun bergeser kembali pada wanita itu, lalu mengangguk singkat. “Aku akan mengantar Lovelle beristirahat," ucapnya dengan nada suaranya yang tetap tenang. “Tunggulah di ruang kerjaku.” Pria itu lalu memanggil salah satu pelayan. “Antarkan Professor Houston ke ruang kerja.” Pelayan itu pun membungkuk hormat, lalu Xeyren pun kembali berjalan, denga
Last Updated : 2026-05-20 Read more