“Aaah— sakit…” Lovelle meringis pelan ketika Xeyren kembali melumat bibirnya dengan kasar. Ciuman pria itu tidak pernah benar-benar lembut, tapi mendalam dan terlalu menuntut, seakan ingin menelan seluruh protes yang keluar dari bibir gadis itu. Gigitan tajam di bibir bawah Lovelle membuat rasa perih menjalar samar, hingga akhirnya Xeyren menarik wajahnya sedikit menjauh. Manik kelabu gelap itu menatap setitik darah kecil di sudut bibir Lovelle. Lalu tanpa melepaskan tatapannya, pria itu pun menjilatnya perlahan. Masalahnya, gerakan kecil itu malah membuat tengkuk Lovelle meremang. “Keluarkan lidahmu,” titah Xeyren rendah. Tapi Lovelle menggeleng pelan dengan napas yang belum teratur, dan seketika tatapan Xeyren pun berubah menjadi gelap dan berbahaya. Tiba-tiba saja, pria itu mengangkat satu tangannya untuk mencengkeram leher Lovelle. Tidak kuat dan tidak menyakiti, namun tekanannya terasa mengintimidasi. Senyum samar terlukis di bibir Xeyren, saat melihat tatapan
Last Updated : 2026-05-12 Read more