“Jawab pertanyaanku. Siapa kamu sebenarnya?”Lovelle tidak langsung menjawab, namun kali ini…ia tidak lagi merasa gugup. Tatapan gadis itu justru mengeras, menatap balik Luca tanpa gentar. Ada getaran kecil di dalam dirinya, sesuatu yang sama sekali bukan miliknya. Yaitu rasa takut dan refleks untuk tunduk... semua yang tersisa dari Daniela Raine. Namun bersamaan dengan itu semua, juga ada sesuatu yang lain.Yaitu jatidirinya, sebagai Lovelle White.Tidak, Luca bukanlah seseorang yang harus ia takuti. Bagaimanapun mengintimidasinya sikap Luca, pria ini tetaplah tokoh utama, bukan antagonis kejam seperti Xeyren. Lovelle mungkin tidak berkutik di hadapan Xeyren, namun Luca... pria ini masih mampu ia atasi. Perlahan, dagu Lovelle bergerak naik, menantang cengkraman Luca tanpa benar-benar melepaskannya. “Bukankah itu adalah pertanyaan yang aneh?” ucapnya dingin. Luca menyipitkan mata, namun ia tak bersuara. Dan Lovelle pun melanjutkan, “Kamu bertanya seolah-olah kamu mengenalku
Read more