Violet merasakan tatapan para tetua berubah. Bukan lagi curiga biasa. Kini ada kebencian di sana. Kebencian yang tumbuh subur dari tuduhan Sylvia yang terus disiram oleh amarah dan dendam.Beberapa dari mereka yang tadinya diam, kini mulai bergumam setuju dengan Gory. Beberapa yang lain hanya menunduk, tidak ingin terlibat, tapi tidak juga membela Violet."Kita harus menyelidiki ini lebih lanjut," kata Gory, suaranya masih tegas. "Raja tidak bisa mati begitu saja tanpa keadilan."Zero hendak melangkah maju, tapi Violet menarik tangannya."Zero," bisik Violet. "Ayo kita pergi. Tidak ada gunanya."Zero menatap Violet. Matanya masih menyala, tapi ia mengangguk.Mereka berbalik hendak melangkah keluar."Tunggu."Gory melangkah ke depan, menghadang jalan. Wajahnya tidak ramah. "Tuan Zero, maksudku tadi serius. Kita harus menyelidiki ini. Raja tidak bisa—""Kau menghadangku?" potong Zero. Suaranya rendah, tapi dinginnya menusuk tulang.Gory menelan ludah. Tangannya gemetar. Tapi ia tetap be
더 보기