Share

Bab 194 — Pemakaman Raja

Author: Onigiri
last update publish date: 2026-05-30 11:39:36
"Kenapa jadi membahas soal Zero?" desis Violet mulai jengkel dengan tuduhan Sylvia.

Sylvia menggeram pelan, dia tertawa hambar.

"Lalu alasan apa lagi? kau pasti dendam padaku karena hal itu, kan?" Satu tangan Sylvia menunjuk pada Violet dan Zero. "Saat aku terluka di retakan dimensi, kau juga sama sekali tak mau menolongku!"

Ruangan yang tadinya sunyi berubah menjadi riuh rendah. Para tetua mulai berbisik-bisik. Beberapa mengerutkan kening, beberapa menggeleng tidak percaya, tapi tidak sedikit p
Onigiri

Maaf ya kemarin nggak up. Othor baru mulai pulih sekarang, moga bisa tetap up tiap hari :)

| 3
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Huang Kurniawaty
Gws Author
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 197 — Bisikan dari Dalam

    Violet berjalan di samping Zero meninggalkan taman istana. Perkataan Mona masih terngiang di telinganya.Violet baru teringat dengan sosok Mona saking diamnya ia selama ini.Mona hanya menjadi pemimpin klan naga biru seperti bayangan di bawah instruksi Zero. Tapi dia tidak akan bertindak tanpa alasan. Jika dia sampai turun tangan, itu berarti sesuatu yang sangat besar akan terjadi."Zero," panggil Violet. "Mona pasti melihat sesuatu dalam kekuatan forcENya."Zero tetap diam. Ia terus melangkah hingga meninggalkan istana."Mempercayai ramalan keluarga Faithly hanya berakhir tragis," Zero bergumam pelan, tatapannya lurus datar ke depan.Violet hanya bisa mengerutkan alis, heran sekaligus bingung.'Keluarga Faithly itu nama belakang Mona, keluarga turun-temurun memimpin klan naga biru. Kenapa dia beranggapan seperti itu?' batinnya.Namun seakan Zero paham maksud dari ekspresi Violet, dia buru-buru merangkul dan membuka sayapnya."Sudah," katanya dengan tegas. "Jangan dipikirkan. Dia hany

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 196 — Pelaku Sebenarnya

    Dylan masih terdiam mendengar ucapan Ignis. Matanya beralih dari bola kristal di tangan Ignis ke wajah Alan yang polos, lalu kembali ke Ignis."Apa kau yakin?" tanyanya memastikan.Ignis mendengus. "Untuk apa aku berbohong? Vio juga melihatnya sendiri."Dylan kembali terdiam, masih tak percaya. Dari belakang Ignis, muncul sosok bocah bersayap elang yang sebelumnya mendengar obrolan mereka."Raja, boleh kulihat bola itu?" tanya Vian.Mereka menoleh. Dylan sedikit lega, memang dia berniat menemui Vian sebelumnya.Ignis menyodorkan bola di tangannya pada Vian. "Periksa benda ini."Vian mengerjap. Ia mengambil bola itu, membolak-balikkannya, lalu mengeluarkan kaca pembesar yang selalu ia bawa dari sakunya. Matanya menyipit."Ada sesuatu di dalamnya.""Apa?" tanya Dylan penasaran.Vian menoleh dan menatap Ignis. "Sepertinya saya butuh tongkat Unory. Ratu menyimpannya, apa saya bisa pinjam sebentar?"Tanpa membuang waktu, Ignis mengangguk dan melesat pergi ke lantai dua.Tak lama kemudian,

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 195 — Mata-mata?

    Violet merasakan tatapan para tetua berubah. Bukan lagi curiga biasa. Kini ada kebencian di sana. Kebencian yang tumbuh subur dari tuduhan Sylvia yang terus disiram oleh amarah dan dendam.Beberapa dari mereka yang tadinya diam, kini mulai bergumam setuju dengan Gory. Beberapa yang lain hanya menunduk, tidak ingin terlibat, tapi tidak juga membela Violet."Kita harus menyelidiki ini lebih lanjut," kata Gory, suaranya masih tegas. "Raja tidak bisa mati begitu saja tanpa keadilan."Zero hendak melangkah maju, tapi Violet menarik tangannya."Zero," bisik Violet. "Ayo kita pergi. Tidak ada gunanya."Zero menatap Violet. Matanya masih menyala, tapi ia mengangguk.Mereka berbalik hendak melangkah keluar."Tunggu."Gory melangkah ke depan, menghadang jalan. Wajahnya tidak ramah. "Tuan Zero, maksudku tadi serius. Kita harus menyelidiki ini. Raja tidak bisa—""Kau menghadangku?" potong Zero. Suaranya rendah, tapi dinginnya menusuk tulang.Gory menelan ludah. Tangannya gemetar. Tapi ia tetap be

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 194 — Pemakaman Raja

    "Kenapa jadi membahas soal Zero?" desis Violet mulai jengkel dengan tuduhan Sylvia.Sylvia menggeram pelan, dia tertawa hambar."Lalu alasan apa lagi? kau pasti dendam padaku karena hal itu, kan?" Satu tangan Sylvia menunjuk pada Violet dan Zero. "Saat aku terluka di retakan dimensi, kau juga sama sekali tak mau menolongku!"Ruangan yang tadinya sunyi berubah menjadi riuh rendah. Para tetua mulai berbisik-bisik. Beberapa mengerutkan kening, beberapa menggeleng tidak percaya, tapi tidak sedikit pula yang mulai menatap Violet dengan curiga.Sedangkan Zero mulai kehabisan kesabaran berada di situasi ini. Padahal dia tak ingin ada keributan tak perlu di ritual pemakaman raja naga."Aku sudah memperingatkan sejak awal," kata Gory, tetua tertua dari klan naga hitam. Suaranya menggema di ruangan itu, memotong bisik-bisik yang mulai memanas."Manusia ini tidak bisa dipercaya. Dari saat pertama dia datang ke istana, aku sudah merasa ada yang tidak beres."Gory melangkah maju, lebih percaya diri

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 193 — Pembunuh Ayahku

    Namun lamunan Violet soal anak tiba-tiba buyar ketika terdengar pintu utama mansion terbuka dengan kencang.BrakSemua menoleh. Zero berdiri di ambang pintu dengan wajah datar seperti biasa, tapi suasana cukup tegang."Zero?" Violet berdiri menghampirinya. "Ada apa?"Zero menatap Violet, lalu menatap Becca dan Becky. Ia menggigit bibirnya."Raja Arven... meninggal."Ruangan itu tiba-tiba hening, semua tatapan tertuju pada Zero, terutama dua gadis kembar di samping Alan."Apa?" Violet tidak percaya. "Tapi aku baru saja mengobatinya kemarin. Dia seharusnya mulai pulih sekarang.""Aku juga tidak tahu kenapa," jawab Zero. "Para tabib juga tidak bisa menjelaskan. Satu jam yang lalu, jantungnya berhenti berdetak."Becca dan Becky berdiri bersamaan. Wajah mereka pucat. Becky menggenggam erat lengan Becca."Ayah..." bisik Becky. Air matanya langsung jatuh.Becca menggigit bawah bibirnya. Ia hanya menatap Zero dengan mata kosong."Ayah benar-benar meninggal?" tanyanya masih tak menyangka.Zero

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 192 — Bagaimana Rasanya Punya Anak?

    Dylan masih berdiri di balik dinding, menatap punggung Becca yang berjalan kembali ke mansion. Pikirannya berputar cepat. Ia ingin mengejar gadis itu, memastikan apa yang baru saja ia lihat.Tapi langkahnya baru saja hendak melangkah ketika dari pintu belakang mansion, sesosok Beastmen kecil muncul."Tuan Dylan."Dylan menoleh. Vian berdiri di ambang pintu dengan wajah lelah namun matanya berbinar. Di tangannya, ia memegang sebuah tongkat panjang yang terbungkus kain hitam."Aku sudah selesai," kata Vian. "Tongkat Unory sudah kuperbaiki. Sekarang bisa mengembalikan ingatan Tuan Leo."Dylan terdiam. Ia menatap ke arah Becca yang sudah tak terlihat, lalu ke arah Vian. Dua hal penting dalam waktu bersamaan. Ia menghela napas."Baiklah. Ayo kita temui Violet."Dylan berjalan ke dalam mansion, diikuti Vian dari belakang. Mereka menaiki tangga menuju lantai dua, melewati lorong panjang, sampai di depan kamar Leo.Violet baru saja selesai mengganti pakaian Leo. Bocah singa itu sekarang mengen

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 102 — Senjata Pemusnah

    Gelombang besar yang membawa air setinggi puluhan meter itu bukanlah bencana alam. Itu adalah serangan terkoordinasi dari pasukan klan Paus Orca."Cih, dia datang juga..." Ignis mendengus kasar, walau dia juga yang sebenarnya memberitahu kabar tentang Violet.Di belakang gelombang, puluhan prajurit

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 101 — Penyerangan

    Kael mendengus, sambil berdecak kesal."Ck. Mereka benar-benar nekat." Suaranya datar tapi penuh tekanan. Ia berbalik, berjalan menuju lemari besi di sudut ruangan. Dari balik pintu besi itu, ia mengeluarkan sebuah kunci yang cukup panjang berukir rumit.Bawahannya mengernyit, penasaran. "A-apa itu

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 100 — Eksperimen

    "Tentu saja aku ingat siapa kamu," ucap Kael, menyeringai. Matanya yang sipit menatap Violet dengan penuh arti. "Karena itulah aku melakukan ini."Violet mendesis kesal, tubuhnya masih terikat erat di atas ranjang dingin. Darahnya terus mengalir melalui selang kecil menuju wadah di sampingnya."Sua

  • Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa   Bab 99 — Tunggu Aku, Permata

    Ledakan dan gelombang menggetarkan permukaan air yang cukup besar. Ombak bergulung tinggi, air laut terbelah, dan untuk sesaat, Dylan menghilang di balik pusaran air.Torry, salah satu penyerang utama, tersenyum puas."Akhirnya... mati juga," ucapnya, suaranya penuh kemenangan.Para bawahannya ikut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status