Violet masih memegang liontin itu, matanya tidak berkedip dari ukiran simbol di baliknya.Bocah di depannya mulai keheranan."Yang Mulia Ratu, kalau tidak jadi dibeli, kembalikan saja," kata bocah itu, nada malas.Violet tersadar dari lamunan dan akhirnya bertanya. "Ini buatanmu?"Bocah itu mengangguk. "Tentu saja aku yang membuatnya."Violet menatap bocah itu dengan saksama. Usianya mungkin sekitar sepuluh tahun, rambut cokelat kusut, mata cokelat keemasan yang cerdas dan tidak terlihat sebanyak kebanyakan anak seumuran.Violet paham, bocah ini tidak seperti yang lainnya."Kamu sangat pintar. Siapa namamu?" kata Violet jujur.Bocah itu mengerjap, sedikit terkejut. Anak itu jarang mendapat pujian. "Aku Vian.""Vian, ya," ulang Violet. "Liontin ini. Detailnya presisi. Tidak banyak Beastmen yang memiliki ide unik seperti ini."Vian tersenyum tipis, sedikit bangga namun masih dengan wajah ketusnya."Kalau begitu aku beli lima, ya," ucap Violet kemudian, mengeluarkan 10 koin emas.Vian me
Baca selengkapnya