"Aku nggak bakal mohon," kataku.Satu tamparan keras mendarat di wajahku.Kepalaku sampai terlempar ke samping, telingaku berdenging kencang.Tepat di saat itu, terdengar dengusan dingin dari arah pintu."Siapa yang suruh kamu mukul dia?"Tonny berdiri di sana, wajahnya muram dan sangat menakutkan.Ibu seketika panik."Ton... Tonny, kok kamu udah pulang?"Tonny melangkah masuk, melihat wajahku yang merah dan bengkak.Dia juga melihat buku yang tergeletak di lantai."100 juta, aku kasih," ucapnya tiba-tiba.Ibu kegirangan. "Beneran? Makasih ya, Tonny."Aku tersentak dan mendongak menatapnya.Namun, Tonny tidak melihat ibu, dia hanya menatapku.Tatapannya mengandung makna dalam yang hanya aku yang mengerti."Anggap aja buat beli ketenangan."Dia memungut buku di lantai, menepuk-nepuk debunya, lalu meletakkannya di atas meja."Lagian, aku mau lihat, setelah adikmu dapat duit itu, dia bakal bikin ayahmu makin manja kayak apa.""Kadang, kasih duit itu bukan berarti menolong.""Tapi ngantar
Read more